Pebalap Spanyol buktikan diri raja tanjakan

0
133

Pebalap Spanyol buktikan diri raja tanjakan
| 813 Views

Pewarta: Jimmy Ayal

Pebalap Spanyol buktikan diri raja tanjakanArsip: Juara Etape I Tour De Moluccas Pembalap tim St George Continental Cycling Australia, Culey Marcus (depan) beradu kecepatan dengan sesama pembalap Australia, Jai Crawford dan Jesse Ewart untuk mencapai garis finis Etape I Balap Sepeda Internasional Tour de Molucca (TDM) 2017 di Masohi, kabupaten Maluku Tengah, Senin (18/9/2017). Etape I merupakan etape terpanjang dari lima etape balap sepeda TDM 2017 berjarak tempuh 179,7 Km rute Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) – Msohi, Maluku Tengah dimenangkan Culey Marcus, disusul Jai Crawford dan Jesse Ewart. (ANTARA /Jimmy Ayal)

Wahai, Maluku Tengah (ANTARA News) – Pebalap asal Spanyol, Ricardo Garcia, kembali membuktikan diri sebagai raja tanjakan setelah menaklukkan tanjakan berkelok-kelok pada 2,5 kilometer menjelang finis etape III balap sepeda Internasional Tour de Moluccas, di Bandara Wahai, Maluku Tengah, Maluku, Rabu (20/9).
Ketanguhan pebalap bernomor pungung 32 yang mewakili Kinan Cycling Team (Jepang) menaklukkan tanjakan berkelok-kelok sekaligus mencatat kemenangan sebagai pembalap perorangan yang mencapai garis finis pertama pada etape III rute Pantai Gumuma, Bula, Seram Bagian Timur-Bandara Wahai, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah sepanjang 153,9 kilometer.
Ricardo sebenarnya pada lima kilometer menjelang finis berada di belakang sejumlah pebalap, termasuk juara etape I Piru, Seram Bagian Barat-Masohi, Maluku Tengah, Markus Culey, pmbalap asal Australia yang memperkuat St. George Continental Cycling Team yang memimpin lomba di posisi terdepan.
Namun, saat memasuki 2,2 kilometer menjelang finis di Bandara Wahai yang merupakan daerah tanjakan panjang dan berkelok-kelok, laju sepeda sejumlah pmbalap sedikit tertahan dan kendor.
Saat itulah, Ricardo memanfaatkan kemampuan menaklukkan tanjakan untuk melaju lebih cepat dan kemudian menyalip sejumlah pebalap hingga mencapai garis finis pertama dengan catatan waktu 3.49.13.
Pebalap Markus Culey malah "dilepati" oleh sejumlah pebalap yang memiliki catatan sebagai raja tanjakan dan akhirnya harus puas mencapai garis finis di posisi keempat.
Posisi kedua ditempati pebalap asal Korea Selatan, Park Sanghong, sedangkan posisi ketiga, yakni Thomas Lebas yang merupakan rekan satu tim Ricardo Garcia di Kinan Cycling Team.
Marcus mengaku seharusnya dirinya bisa menang di etape III karena telah memimpin balapan di depan.
"Saya sebetulnya sudah melaju di garis terdepan. Saya semangat sekali dan yakin bisa memenangkan etape ini. Tetapi, memasuki 2,2 kilomete terakhir menjelang finis, saya kaget dengan rutenya yang ternyata banyak tanjakan tinggi-tinggi," katanya.
Kendati demikian, Markus Culey masih merasa puas karena dapat mempertahankan jersey kuning yang merupakan penghargaan paling bergengsi yang diraihnya sejak etape I dan II sebagai pebalap perorangan dengan catatan waktu terbaik selama lomba.
Tiga pebalap juga mencatat namanya sebagai juara kategori pebalap Indonesia, yakni Dadi Suryadi (Terengganu Cycling Team Malaysia) di peringkat pertama, Aiman Cahyadi (Team Sapura Cycling Malaysia) peringkat kedua, serta Jamal Hibatullah (KFC Cycling Team) peringkat ketiga.
Pebalap Indonesia Hibatullah Jamal juga mampu mempertahankan jersey merah-putih sebagai pembalap Indonesia terbaik dalam tiga etape TdM 2017, pembalap Spanyol, Ricardo Garcia, juga masih mempertahankan jersey merah sebagai lambang raja tanjakan.
Khusus juara tim pada etape III lomba balap berbasis pariwisata tersebut, tercatat diraih Kinan Cycling Team Jepang di peringkat pertama, LX Cycling Team Korea Selatan peringkat kedua, serta 7-eleven Road Bike (Filipina) posisi ketiga.
(T.KR-JA/M029)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya

Komentar Pembaca


Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here