Nasional

Polres Malang selidiki kasus perundungan anak oleh sejumlah rekannya

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Kepolisian Resor Malang melakukan penyelidikan kasus perundungan terhadap salah satu siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dilakukan oleh sejumlah rekannya.Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik di Kabupaten Malang, Rabu, mengatakan korban perundungan adalah MW, berumur delapan tahun serta merupakan warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen.

“Sudah dilakukan penyelidikan,” kata Taufik.

Taufik menjelaskan kejadian perundungan itu dilakukan oleh tujuh orang rekan korban yang merupakan kakak kelasnya. Bagus korban maupun pelaku, seluruhnya merupakan siswa SD di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penyidik Polres Malang sudah melakukan peninjauan terhadap pihak sekolah, termasuk seluruh terduga pelaku perundungan. Saat ini, Polres Malang juga menunggu korban sembuh dari luka akibat peristiwa perundungan tersebut.

“Penyidik sudah melakukan peninjauan terhadap pihak sekolah serta terduga pelaku, sambil menunggu korban sembuh,” ujarnya.

Ia menambahkan berdasarkan keterangan dari korban yang saat ini sudah sadar serta kondisinya mulai membaik, perundungan itu dilakukan sejak korban berada di kelas satu SD serta saat ini korban sudah kelas dua.

“Perundungan atau penganiayaan itu kerap dilakukan sejak korban kelas satu sampai sekarang,” ujarnya.

Korban dirundung serta dianiaya oleh sejumlah pelaku dengan pemukulan pada sejumlah bagian tubuh, seperti pada bagian kepala, dada serta lainnya. Luka-luka yang dialami korban tersebut akan dijelaskan pada hasil visum tim dokter.

Sementara itu, orang tua korban Edi Subandi menjelaskan MW tidak pernah melaporkan kejadian perundungan tersebut. Saat kejadian perundungan pada 11 November 2022, korban saat itu baru sembuh dari penyakit tifus selama sepuluh hari.

“Setelah masuk satu hari, anak saya muntah tidak menyudahi serta kepalanya pusing. Saya mengira tifusnya kambuh,” ujarnya.

Setelah sang anak memiliki perawatan di fasilitas layanan kesehatan yang ada di dekat rumahnya, kondisinya sempat membaik. Namun, berselang beberapa hari sesudah itu, korban sesudah itu mengalami kejang-kejang.

“Setelah diberikan obat saat itu agak mereda, namun masih mengeluhkan pusing. Akan tetapi, beberapa hari sesudah itu terus terasa pusing serta sesudah itu langsung kejang-kejang,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima orang tua korban, MW memang kerap menjadi korban perundungan dari sejumlah kakak kelasnya. Sejumlah pelaku seringkali meminta uang kepada korban.

“Latar belakangnya itu pemalakan, dimintai uang saku. Duit saku anak saya Rp6.000, yang Rp5.000 diminta, jadi anak saya hanya memegang uang Rp1.000. Apabila uang tidak diberikan, ada kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian meminta uang dari sejumlah rekan anaknya tersebut bukan merupakan kali pertama di sekolah. Namun, sejumlah kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan serta tidak dibawa ke ranah hukum.

“Kami akhirnya melapor ke Polres Malang karena ini masalahnya urusan nyawa. Kami mengikuti aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Related Articles

Back to top button