Nasional

Mahfud MD pastikan rekonstruksi rumah rusak Cianjur akan cepat

Cianjur (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum serta HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan rekonstruksi rumah warga yang rusak akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan dilakukan secara cepat.

Menurut dia baikĀ  teknis ataupun bentuk rekonstruksi rumah rusak itu bakal dijelaskan sesudah itu oleh Kementerian Pekerjaan Biasa serta Perumahan Rakyat (PUPR).

Nan jelas, kata dia, dana untuk rekonstruksi dari pemerintah dapat dikucurkan secara cepat.

“Jika pemerintah kan jika soal dana dapat cepat asal itung-itungannya tempat serta lokasinya serta administrasi pertanahan ya sudah jelas, itu saya kira nggak terlalu lama seperti waktu kita di Lumajang juga kan dapat juga,” kata Mahfud saat meninjau RSUD Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu.

Menurut dia tugas pemerintah berserta aparat kini adalah melakukan pencarian korban yang masih hilang.

Sesudah itu, kata dia, tugas pemerintah yakni mengembalikan warga atau pengungsi untuk dapat kembali ke rumahnya.

“Ini kan harus dipikirkan, ada BNPB serta sebagainya bersama TNI Polri serta lain-lain, serta masyarakat berharap juga terus berpartisipasi seperti sekarang,” kata Mahfud.

Ia pun mengaku bakal menyelesaikan masalah warga yang belum tertampung di posko pengungsian serta menciptakan posko penampungan mandiri. Pasalnya, kata dia, Kabupaten Cianjur masih dalam status tanggap darurat bencana.

“Kita sedang masa tanggap darurat sampai beberapa hari, di awal ini kan harus dimaklumi jika ada yang harus cari sendiri serta kita juga carinya ke mana masih sambil berproses, jika melihat kekompakan kita pemerintah serta masyarakat berjalan baik,” kata dia.

Sebelumnya, Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) melaporkan knowledge per Selasa (22/11), gempa di Cianjur menyebabkan 6.570 rumah rusak ringan, 2.071 rumah rusak sedang, serta 12.640 rumah rusak berat.

Sesudah itu gempa itu menimbulkan sebanyak 268 korban jiwa. Dari jumlah tersebut 122 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi.

Selain itu, ada sebanyak 151 orang yang masih dalam pencarian karena dinyatakan hilang. Sesudah itu ada sebanyak 1.083 orang mengalami luka-luka serta 58.362 orang dalam pengungsian.

Related Articles

Back to top button