Pelaku Pariwisata Bali Sosialisasi Mitigasi Gunung Agung

0
173

Pelaku Pariwisata Bali Sosialisasi Mitigasi Gunung Agung
| 177 Views
id
Gunung agung, gunung meletus, erupsi gunung, bencana alam,pariwisata bali, hotel bali, bha, asosiasi hotel

Pewarta: Dewa Wiguna

Pelaku Pariwisata Bali Sosialisasi Mitigasi Gunung AgungWarga memotret asap yang mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/2017. (dwa)

Nusa Dua (Antara Bali) – Pelaku pariwisata di Bali melakukan pendekatan kepada wisatawan domestik dan mancanegara untuk menyosialisasikan mitigasi yang dilakukan pemerintah menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung.
"Sosialisasi itu perlu dilakukan agar mereka juga mendapatkan informasi sehingga tidak terjadi kepanikan," kata Ketua Asosiasi General Manajer Hotel Indonesia (IHGMA) Bali Nyoman Astama ketika menghadiri Konferensi Internasional General Manajer Hotel di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Rabu.
Menurut Astama, komunikasi intensif juga dilakukan dengan pelanggan dari agen perjalanan wisata luar negeri termasuk wisatawan asing yang akan ke Bali bahwa pariwisata masih berjalan seperti biasa meskipun status vulkanik gunung tertinggi di Pulau Dewata itu berada pada level siaga.
Dia menjelaskan level siaga Gunung Agung tidak membuat wisatawan khususnya mancanegara membatalkan atau menjadwal ulang kedatangan mereka di Bali.
Senada dengan Astama, Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra ditemui dalam kesempatan terpisah mengatakan hingga saat ini belum ada pembatalan atau penundaan kunjungan ke Pulau Dewata.
Begitu juga wisatawan asing yang sudah ada di Bali, Ricky menambahkan belum ada yang mempersingkat waktu tinggal mereka.
"Mereka tahu dan peduli bahwa di Bali tengah berupaya mewujudkan keselamatan kepada masyarakat terkait peningkatan status Gunung Agung," ucapnya.
Menurut Ricky, penyampaian informasi detail dan terbuka kepada wisatawan mancanegara merupakan salah satu langkah antisipatif sehingga mereka juga memahami situasi alam yang tidak dapat diprediksi itu.
Hal tersebut juga dilakukan agar wisatawan terhindar dengan isu-isu kurang jelas atau kabar "hoax" terkait peningkatan aktivitas di gunung yang disucikan umat Hindu tersebut.
Dia menjelaskan per Agustus 2017 tingkat hunian rata-rata 152 hotel di bawah naungan BHA mencapai sekitar 74 persen atau melonjak lima hingga enam persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Sebagian besar wisatawan mancanegara tersebut, lanjut dia, masih didominasi dari China dan Australia. (Dwa)

Editor: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here