PDIP Danai Pilkada dengan Sistem Gotong Royong

0
163

PDIP Danai Pilkada dengan Sistem Gotong Royong

Pewarta : Mario Sofia Nasution


Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait sistem pendanaan pemilu partai mendukung calon kepala daerah, Selasa (19/9). PDI Perjuangan merenapkan sistem gotong royong untuk mendukung kandidat yang mereka dukung saat pemilu. (ANTARA SUMBAR/Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antara Sumbar) – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya menerapkan sistem gotong royong dalam mendanai calon kepala daerah dalam setiap pilkada.
"Hal ini dilakukan agar calon kepala daerah tidak mencari dana kepada para investor pemilu," kata dia saat jumpa pers di Padang, Selasa.
Menurut dia para investor pemilu ini ada di setiap daerah dan siap menggelontorkan dana mereka untuk membiayai kandidat kepala daerah agar memenangkan pemilu.
Setelah itu para kandidat yang memenangkan pemilu akan merasa berhutang budi kepada investor tersebut dan mengakibatkan terjadinya pelanggaran hukum.
"Hal ini yang sangat kita hindari sehingga sistem gotong royong menjadi pilihan kita," kata dia.
Ia mencontohnya dalam pilkada Aceh, partainya meminta seluruh kepala daerah di Pulau Jawa dan Sumatera yang berasal dari PDI Perjuangan untuk gotong royong membantu pendanaan pilkada.
"Meskipun nilainya tidak begitu besar namun hal ini akan membuat para kandidat calon kepala daerah terhindar dari investor pemilu," ujar dia.
Hasto menambahkan para kandidat calon kepala daerah yang akan mereka dukung dalam pemilu akan mendapatkan bimbingan secara langsung.
Mereka akan mengikuti Sekolah Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan selama lima hari. Para calon akan diuji intelektualnya, integritasnya, kepemimpinannya dan manajerialnya.
"Mereka akan diajari oleh tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang telah berhasil seperti Wali Kota Surabaya Risma, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan lainnya," kata dia.
Setelah itu para calon kandidat akan didampingi oleh tim yang dibentuk oleh partai selama pelaksanaan pemilu hingga usai.
"Tim ini bertugas untuk membawa calon itu turun kemasyarakat dan memenangkan pemilu," kata dia.
Ia mengatakan pemilu ini merupakan alat untuk menentukan pemimpin. Strategi untuk memenangkan pemilu tentu sudah dimiliki oleh partai.
"Hukumnya jelas, siapa bergerak ke bawah untuk menyelesaikan permasalahan rakyat akan memenangkan hati masyarakat," katanya. (*)

Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Berita Lainnya

Komentar Pembaca
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here