Indonesia raih emas pertama Kejuaraan Asia 2017 di Tehran

0
29

Indonesia raih emas pertama Kejuaraan Asia 2017 di Tehran
| 1.224 Views

Pewarta: Ricky Prayoga

Indonesia raih emas pertama Kejuaraan Asia 2017 di TehranDua atlet panjat tebing Indonesia, Puji Lestari (tengah) dan Aries Susanti Rahayu (kanan), masing-masing meraih medali emas dan perunggu Kejuaraan Panjat Tebing Asia, Asian Continental Championship 2017, di Teheran, Iran, Selasa (19/9/2017) malam setempat. (ANTARA News/HO/PP FPTI)

Jakarta (ANTARA News) – Kontingen panjat tebing Indonesia sukses meraih emas pertamanya di Kejuaraan Asia 2017 di Tehran, Iran melalui Puji Lestari dari nomor speed perorangan putri, yang merupakan salah satu nomor andalan Indonesia di berbagai ajang.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, pada laga final yang berlangsung di Mega Pars Complex Tehran, Selasa (19/9) malam waktu setempat, Puji berhasil memenangi duel melawan wakil China Yi Ling Song.
Atlet asal Jakarta berusia 27 tahun ini mencatatkan waktu 8,21 detik, unggul 0,1 detik dari atlet China yang menorehkan waktu 8.31 detik.
Keberhasilan Puji ini sontak disambut suka cita oleh seluruh kontingen Indonesia, pasalnya selain cukup tegang menyaksikan laga final ketat tersebut, wakil Indonesia dalam perjalan ke finalnya mencatatkan waktu terus menerus berada di bawah Yi Ling.
"Keberhasilan Puji sesuai dengan target kita meraih emas dari nomor speed perorangan putri. Ini adalah emas pertamanya di Kejuaraan Asia untuk nomor speed perseorangan. Dia memang yang terbaik saat ini di tim Indonesia setelah mundurnya Tita Puspita dari Timnas," ujar Manajer Timnas Panjat Tebing Asian Games Pristiawan Buntoro dalam keterangannya.
Atlet Indonesia lainnya, Aries Susanti Rahayu merebut perunggu nomor yang sama setelah pada perebutan tempat ketiga mengalahkan atlet Indonesia lain, Santi Wellyanti. Aries yang gagal ke final setelah disingkirkan Yi Ling Song di semifinal, membukukan waktu 9,10 detik untuk merebut tempat ketiga, sementara Santi dengan catatan waktu 10,07detik.
Kendati demikian, Pristiawan yang juga Wakil Ketua II PP FPTI ini mengaku sebenarnya berharap terjadi final sesama Indonesia di nomor ini yaitu melalui Puji dan Aries, terlebih nama terakhir dalam latihan di Pelatnas sudah bisa menyamai rekor dunia.
"Tapi meraih perunggu bagi Aries sudah cukup oke," ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga meraih satu perunggu dari nomor speed perorangan putra lewat Aspar Jaelolo yang mengalahkan atlet Iran, Ehsan Asrar pada laga perebutan tempat ketiga.
Aspar memenangkan duel sengit itu dengan catatan waktu 6,00 detik, atau hanya terpaut 0,04 detik dari lawannya yang mencatatkan waktu 6,04 detik.
Emas speed putra ini sendiri direbut atlet tuan rumah yang juga pemegang rekor dunia, Reza Alipourshena yang mengalahkan Qixin Zhong (China) di final. Reza mencatatkan waktu 5,62 detik, sementara Qixin 5,85 detik.
Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza bangga dengan keberhasilan Puji Lestari meraih emas pertama bagi Indonesia di turnamen kali ini.
"Selamat dan terima kasih buat Puji yang sudah meraih prestasi membanggakan dan mampu mengibarkan Merah Putih di Iran. Juga kepada Aries dan Aspar yang mendapatkan perunggu. Emas pertama dari Puji kita harapkan bisa bertambah di hari berikutnya sehingga kontingen panjat tebing Indonesia bisa menjaga reputasi sebagai tim papan atas di Asia," ujar Riza, mengomentari keberhasilan kontingen Indonesia.
Kejuaraan Asia 2017 sendiri, lanjut Riza, memang merupakan parameter yang tepat bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan menghadapi Asian Games 2018. Sehingga Keberhasilan Puji meraih emas sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memang masih dominan untuk nomor speed di daratan Asia.
"Sementara Aspar dan Sabri yang di Pelatnas sudah bisa melewati rekor dunia Reza Alipourshena, sepertinya harus berlatih lebih keras lagi dan menempa mental tanding agar tampil lebih enjoy dan meraih hasil lebih baik di pertandingan berikutnya," ujar Riza.
Menurut Riza, meraih emas di Kejuaraan Asia ini menambah keyakinan bahwa panjat tebing dapat berbicara banyak saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
"Keberhasilan Ini juga berkat dukungan program Prima dari pemerintah. Terimakasih kepada Menpora dan Satlak Prima atas dukungan pembinaan kepada panjat tebing," ujarnya.
Kejuaraan Asia panjat tebing 2017 yang berlangsung 19-21 September, diketahui mempertandingkan delapan nomor, yakni boulder putra, boulder putri, speed putra, speed putri, lead putra dan lead putri serta speed relay putra juga speed relay putri.
Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah emas dari nomor speed relay putra dan speed relay putri yang partai finalnya akan dipertandingkan pada Rabu (20/9) malam waktu setempat.
Di nomor speed estafet putra dan putri itu, Indonesia akan menurunkan masing-masing dua tim, A dan B.
Tim A Putra diisi Aspar Jailolo, Sabri dan Rindi Sufriyanto, sementara tim B diperkuat M Hinayah, Pangeran Septowibowo Siburian dan Abu Dzar Yulianto. Adapun tim A putri akan diperkuat Puji Lestari, Aries dan Santy dan tim B diisi oleh Dorifatus, Santi Welyanti dan Fitriyani.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya

Komentar Pembaca


Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here