BPBD Bali Minta Masyarakat Laporkan Krisis Air

0
191

BPBD Bali Minta Masyarakat Laporkan Krisis Air
| 267 Views
id
Krisis Air, air bersih, kekeringan, pelayanan air bersih, bpbd bali

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

BPBD Bali Minta Masyarakat Laporkan Krisis AirIlustrasi – Sawah mengalami kekeringan di Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali (ANTARA FOTO/Pande Yudha/app/15)

Denpasar (Antara Bali) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada BPBD kabupaten/kota setempat jika mengalami krisis air atau kesulitan air bersih akibat kekeringan.
"Kalau ada permintaan, dalam waktu 1×24 jam kami siap memberikan pelayanan air bersih secara gratis," kata Ketua BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Denpasar, Rabu.
Menurut dia, BPBD Provinsi Bali bersama Dinas Sosial dan Pekerjaan Umum, serta BPBD Kabupaten/Kota sudah siap menghadapi kemungkinan tersebut.
"Sampai saat sekarang ini memang kering, tetapi belum ada krisis air yang signifikan," ucapnya sembari mengatakan belum sampai ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
Dewa Indra menambahkan, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan September.
"Sekarang kita sudah ada pada puncak musim kemarau, sehingga logikanya setelah September, maka kemungkinan akan ada hujan. Harapan kami, Oktober benar-benar sudah mulai ada hujan," ujarnya.
Sementara itu, terkait daerah-daerah yang potensial kekeringan tersebar di empat kabupaten yakni di Kabupaten Karangasem yang rawan kekeringan itu ada di Kecamatan Kubu, Kecamatan Abang, dan Kecamatan Karangasem.
Sedangkan untuk di Kabupaten Klungkung ada di Kecamatan Nusa Penida, di Kabupaten Bangli itu yang rawan kekeringan di Kecamatan Kintamani.
Terakhir, untuk di Kabupaten Buleleng, daerah yang langganan kekeringan dari tahun ke tahun terjadi di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, dan Sukasada.
Di sisi lain, Dewa Indra juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas menggunakan api pada lahan-lahan kering dan pada hutan yang vegetasinya kurang baik, untuk mencegah terjadinya kebakaran.(WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here