Sumatera Utara

3 Pelaku Pembunuhan Perempuan di Medan Ditangkap, 1 Ditembak Mati

Polisi menangkap tiga orang pria diduga pelaku pembunuhan terhadap seorang perempuan yang ditemukan bersimbah darah di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Satu diantaranya meninggal dunia setelah ditembak karena melawan petugas saat diciduk.

Ketiga pelaku itu adalah MAK (38), warga Kecamatan Medan Perjuangan, MA (47) warga Kecamatan Medan Timur dan AI (47), warga Kecamatan Percut Sei Tuan. Mereka diduga melakukan pembunuhan terhadap korbannya yakni Lisbet Napitupulu (58).

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko awalnya menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Riko menyebut kejadian tersebut telah direncanakan oleh tersangka MAK dan MA.

“Kronologinya, pada tanggal 5 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka MAK dengan tersangka MA bertemu. Tersangka MA membawa satu pisau kuningan, kemudian menyampaikan ke tersangka MAK bahwa ada ‘jobs’. Ini kode mereka bahwa menyampaikan ada jobs (pencurian),” kata Riko di Polrestabes Medan, Rabu (2/6/2021).

Kemudian, MA juga menyampaikan bahwa dirinya ada target seorang perempuan yang tinggal di Jalan Pelita 1, Medan Timur. Keesokan harinya, tanggal 6 Mei 2021 sekitar pukul 04.30 WIB kedua tersangka menuju TKP dengan membawa dua buah pisau dan 1 buah tang untuk membuka atap rumah korban yang terletak di kamar mandi.

Kemudian kedua tersangka menunggu korban membuka pintu. Setelah korban membuka pintu, tersangka langsung melancarkan aksinya.

“Kemudian kedua tersangka menunggu korban untuk membuka pintu. Setelah mereka menunggu, sekitar pukul 05.30 WIB korban membuka pintu dimana tersangka MAK dan tersangka MA langsung mendorong pintu tersebut sehingga korban jatuh dalam keadaan terlentang dan langsung memegang kakinya kemudian di ikat, mulut korban juga dibekap oleh tersangka,” sebut Riko.

Lalu, tersangka MAK mengarahkan pisau ke leher korban. Dia menusuk korban dan kemudian mereka mengambil sepeda motor, uang tunai Rp 10 juta dan kartu ATM. Sementara tersangka MA memegang kepala korban dan sambil mengatakan ke rekannya, ‘sudah bunuh saja’.

“Setelah itu tersangka MAK menusuk korban di bagian leher dan mengambil barang korban yakni 1 sepeda motor Supra X 125, uang tunai Rp 10 juta dan satu ATM,” ujar Riko.

Kemudian, pada pukul 16.00 WIB, tersangka MAK dan MA menjumpai tersangka lain yakni AI dengan membawa sepeda motor milik korban. Keduanya meminta AI agar menjual sepeda motor tersebut dan mendapat upah hasil penjualan tersebut.

“Pada pukul 16.00 WIB, tersangka AI didatangi oleh tersangka MAK dan MA sambil membawa sepeda motor korban. Kemudian dimintakan untuk dijualkan seharga Rp 3,5 juta. Kemudian tersangka AI setelah berhasil menjualkan yang bersangkutan mendapat upah Rp 500 ribu dari para tersangka MAK dan MA,” ujar Riko.

Riko menuturkan peristiwa itu motifnya melakukan pencurian dengan kekerasan karena ingin menguasai barang milik korban untuk mendapat keuntungan secara materi.

Untuk tersangka MA dilakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai dada karena melakukan perlawanan terhadap polisi saat dibekuk. MA lalu dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan akan tetapi sudsh tidak bernyawa lagi. MA diduga menjadi otak pelaku dalam kasus tersebut.

“Jadi tersangka MA yang tadi saya jelaskan ini saat penangkapan melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata anggota kita. Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur menghentikan tersangka. Otak pelakunya tersangka MA yang dilakukan tindakan tegas,” ujar Riko.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam dengan pasal 365 ayat 4 dan atau pasal 340 dan atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Baca Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button