NTT

Tsunami Ternyata Hoaks, Masyarakat Pesisir NTT Berangsur-angsur Kembali ke Rumah

Masyarakat Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing, pukul 12 dini hari, Sabtu, 17 April 2021.

Sebelumnya, setidaknya 5 ribuan masyarakat di pesisir NTT itu panik dan berbondong-bondong naik ke permukaan lebih tinggi pada pukul 22.40 waktu setempat, Jumat, 26 April 2021.

Ternyata, kepanikan itu dipicu informasi hoaks akan adanya air laut naik.

“Masyarakat Kota Lewoleba (ibu kota Lembata) mengungsi ke Lusi Kawak (daerah lebih tinggi) karena adanya informasi air laut naik. Ternyata informasi tersebut tidak benar, ” ujar Simeon Odel, warga Kota Lewoleba, Sabtu, 17 April 2021.

Simeon melanjutkan, “Pemerintah Kabupaten Lembata semestinya sigap dalam menyikapi semua informasi terkait adanya tsunami yang terjadi di Kabupaten Lembata, sehingga tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.

Anggota DPRD Lembata, Gabriel Raring, mengatakan pada saat memperoleh adanya informasi air laut naik, dirinya langsung menuju pantai dan melakukan pemantauan, namun tidak terjadi apa-apa.

Menurut Gabriel, beberapa waktu kemudian sebelum terjadi kepanikan sempat terdengar suara ledakan dari arah Gunung Ile Ape. Kemudian, warga Kota Lewoleba dari Waikomo hingga Lamoahora berbondong-bondong mengungsi ke Lusi Kawak salah satu dataran tinggi di sekitar Kota Lewoleba.

Gabriel mengimbau warga Lewoleba agar tidak panik dan tetap tenang. “Kita minta agar warga tetap tenang dan tidak percaya informasi hoaks, ” tutupnya.

Warga Kota Lewoleba kini mulai kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian warga masih bertahan di Lusi Kawak karena ketakutan.

Baca Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button