Nasional

Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Mengarah ke 3 Polisi

Peristiwa ‘KM 50’ terus didalami polisi. Diduga, ada tiga oknum polisi yang melakukan tindakan pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing terhadap laskar FPI pada peristiwa itu.

Awalnya, pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan penyidik telah membuat laporan polisi (LP) soaldugaan unlawful killing yang dilakukan oleh angggota Polri. Selanjutnya, bukti permulaan dicari penyidik.

“LP kan sudah dibuat, tentu jaksa menunggu. Kita lakukan penyelidikan dulu untuk temukan bukti permulaan. Kan permulaan dulu baru bisa ditentukan naik sidik (penyidikan),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (3/3) kemarin.

Sebagaimana diketahui, peristiwa 7 Desember 2020 itu menewaskan 6 anggota FPI. Andi menjelaskan dugaan unlawful killing ini bukan terhadap semua laskar FPI yang tewas dalam insiden Km 50, melainkan 4 laskar saja. Seperti diketahui, 4 laskar FPI sempat diamankan polisi sebelum akhirnya tewas di dalam mobil karena mencoba melawan petugas.

“Kalau di unlawful killing itu artinya adalah anggota Polri yang membawa 4 orang,” kata Andi.

Penyelidikan terhadap tewasnya 4 laskar FPI itu mengarah ke 3 orang anggota Polda Metro Jaya yang diduga melakukan unlawfull killling. Bareskrim Polri menerapkan pasal pembunuhan dan penganiayaan terhadap 3 polisi itu.

“(Dasar penyelidikan) Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 338 (KUHP). Tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan mati,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Berikut bunyi kedua pasal itu:

Pasal 338 KUHP: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 351 ayat (3): Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Tampilkan

Berita Terkait

Back to top button