Sulawesi Selatan

Potensi Kopi Bantaeng, Penghasilan Petani Bisa Capai Rp 20 Juta Sekali Panen Per Hektar

Kabupaten Bantaeng, Sulawesi-selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi lokal.

Potensi pendapatan hasil panen petani kopi di Bantaeng dapat mencapai hingga Rp 20 juta per hektar.

“Potensi pendapatan petani kopi sekali panen di Bantaeng mencapai Rp20 juta per hektare. Tetapi itu, masih dalam bentuk biji kopi, belum diolah,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Arman, Kamis, (1/10/2020).

Ia menjelaskan, kopi Bantaeng memiliki rasa yang cukup unik di banding dengan daerah lain, dan luas lahan pertanian kopi yang cukup luas.

Saat ini Bantaeng memiliki potensi kopi sebesar 2.856 hektare kopi jenis robusta dan 956 hektare kopi jenis arabika.

Dari jumlah luas lahan itu, ada potensi sebesar 789 ton kopi robusta dan 364 ton kopi arabika setiap sekali masa panen.

Petani Bantaeng kebanyakan masih menjual biji kopi tanpa olahan. Sehingga, harganya relatif masih murah dibanding jika kopi sudah di olah.

Menurutnya, potensi ini masih bisa bertambah setelah Pemkab Bantaeng mulai mengaktifkan sentra pengolahan Kopi Banyorang.

Sejumlah peralatan pengolahan kopi di tempat ini, akan dapat membantu mempercepat produksi kopi dari petani Bantaeng.

“Kita harapkan melalui sentra pengolahan kopi ini, pendapatan petani kopi juga bisa bertambah,” jelas dia.

Tag
Show More
Close