Sumatera Barat

Kenalkan ‘Si Pelada’, Sistem Informasi Data Pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar

Kasus Covid-19 di Sumatera Barat belum ada tanda-tanda akan selesai.

Kondisi ini telah memberikan dampak menyeluruh terhadap semua aspek kehidupan, terutama dari sisi kesehatan dan perekonomian.

Masyarakat dituntut untuk mengubah gaya hidup guna terhindar dari terpaparnya virus Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumatera Barat (Sumbar), Dedy Diantolani mengatakan, satu langkah preventif yang dilakukan pemerintah untuk menekan kasus Covid-19 ini adalah dengan menerapkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru.

Perda ini dapat dijadikan dasar hukum untuk menerapkan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan.

“Setelah teguran lisan, tertulis, itu tidak juga diindahkan, pelanggar Perda akan diberikan sanksi berupa kerja sosial.”

“Jika masih melanggar, dikenakan denda administrasi, jika tidak juga dipakai daya paksa polisional, dibawa petugas ke kantor polisi atau kantor Satpol PP,” jelas Dedy Diantolani.

Dengan sanksi yang bertingkat tersebut, kata Dedy, telah dibangun sebuah aplikasi.

Yakni Si Palada, Sistem Informasi Data Pelanggar Perda.

Show More

Related Articles

Close