Sulawesi Selatan

Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa, Oknum Kades di Bone Terancam Penjara 20 Tahun

Oknum kepala desa di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ardi ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa tahun anggaran 2017 dan 2018.

Ardi ditetapkan tersangka oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone di Lappariaja.

Kepala Cabang Kejari Bone di Lappariaja, Andi Hairil mengungkapkan, Ardi diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Ia juga diduga menyalahgunakan kewenangan serta jabatan sehingga merugikan negara Rp 330.660.613,60.

“Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian negara dari Tim Audit Inspektorat Daerah Pemkab Bone diperoleh total kerugian negara senilai Rp 330 juta,” sebutnya.

Ia menjelaskan, dalam kasus tindak pidana korupsi dana desa, tersangka Ardi menunjuk secara lisan pelaksana kegiatan untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan pada APBDes.

Dalam pelaksanaannya, Ardi secara sengaja tidak menyerahkan seluruh dana sesuai yang ada pada Pagu Anggaran di APBDes kepada pelaksana kegiatan.

Namun, tersangka Ardi memerintahkan untuk membuat laporan pertanggujawaban (LPJ) penggunaan dana desa (DD) yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan yang ada di lapangan.

Andi Hairil menjelaskan Ardi disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 KUHP.

“Ardi kami sangkakan sejumlah pasal Undang-undang Pemberantasan Tipikor dan KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” jelasnya.

Show More

Related Articles

Close