Aceh

Pemkab Rumahkan Siswa dan ASN Selama 14 Hari, Namun Izinkan Cafe dan Tempat Wisata Buka, Ini Alasannya

Siswa dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Gayo Lues (Galus) dirumahkan selama 14 hari ke depan yang mulai berlaku sejak 30 September 2020.

Kebijakan diambil setelah pasien positif Covid-19 meningkat di kabupaten tersebut. Hal itu berlaku berdasarkan keputusan Forkompinda dan surat edaran Bupati Gayo Lues dengan Nomor: 400/588/2020.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kegiatan dan proses belajar mengajar (PBM) tata muka semua satuan pendidikan formal dan nonformal di Kabupaten Gayo Lues diliburkan.

Begitu juga dengan aktivitas ASN di lingkungan Pemkab Gayo Lues juga ditiadakan dan diarahkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Dalam surat edaran Bupati Galus itu juga dicantumkan, para pejabat di lingkup pemkab setempat dilarang bepergian keluar daerah.

Namun yang menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat saat ini, bahwa dalam surat edaran itu membenarkan tempat wisata dan cafe maupun pasar tetap buka dan beroperasi.

Terkait hal ini, Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Gayo Lues (Galus), Suhaidi kepada Serambinews.com, Kamis (1/10/2020), mengatakan, meskipun siswa dan ASN diliburkan di kabupaten tersebut.

Namun cafe dan tempat wisata tetap diperbolehkan untuk buka dan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat.

Suhaidi menerangkan, alasan cafe dan tempat wisata boleh dibuka dengan syarat dan ketentuan yaitu, para pengelola atau pihak manajemen usaha maupun tempat wisata tersebut harus mampu menjalankan dan menerapkan protkes secara ketat.

Artinya, pemerintah menerapkan ketentuan setiap pengunjung dan tamu harus memakai masker serta membatasi para pengunjung dan tamunya.

“Selain sekolah dan ASN diliburkan untuk sementara waktu, masyarakat juga dilarang mengadakan kegiatan yang bersifat melibatkan orang banyak dalam bentuk apa pun,”sebutnya.(*)

Show More

Related Articles

Close