Nasional

Sudah 15 Saksi Diperiksa Dalam Kasus Penipuan dan Pelecehan Saat Rapid Test di Bandara Soetta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sampai saat ini sudah 15 saksi diperiksa penyidik Polresta Bandara Soekarno-Hatta, terkait kasus penipuan dan pelecehan seksual oleh petugas kesehatan terhadap seorang perempuan, yakni LHI.

LHI mengaku dilecehkan saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) beberapa waktu lalu.

Sementara terduga pelaku yakni EFY masih dalam pencarian petugas karena menghilang setelah ditetapkan tersangka.

Polisi meminta EFY menyerah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sudah 15 saksi kita lakukan pemeriksaan termasuk korban dan ada rekan dekat korban juga, serta beberapa ahli. Saksi ahli termasuk P2TP2A Gianyar karena pada saat kita lakukan pemeriksaan di Bali, pelapor diperiksa juga di P2TP2A untuk psikologisnya,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/9/2020).

Dari 15 saksi itu kata Yusri juga termasuk penyelenggara rapid test yakni dari PT Kimia Farma.
“Kami sudah memeriksa PT Kimia Farma untuk mengetahui terlapor ini apakah dokter atau tenaga ahli. Dari keterangan Kimia Farma bahwa yang bersangkutan adalah lulusan dari salah satu universitas di Sumatera Utara dan gelar akademis dari tersangka adalah sarjana kedokteran tapi belum mengambil sertifikasi sebagai dokter,” kata Yusri.

Untuk hari ini kata Yusri pihaknya memanggil dan akan memeriksa pihak dariIkatan Dokter Indonesia (IDI)

“Kami juga akan memeriksa universitas swasta di mana tersangka ini kuliah, untuk bisa memastikan betul apakah tersangka ini sarjana kedokteran atau seperti apa. Ini untuk bisa memastikan lagi,” kata Yusri.

Tag
Show More

Related Articles

Close