Papua

Kronologi Pengeroyokan Guru di Jayapura, Korban Dipalak Tak Punya Uang

Kasus pengeroyokan guru SD dan Ibtidaiyah Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terungkap. Insiden ini berawal dari pemalakan terhadap korban.

Ketua PWNU Papua, Toni VM Wanggai mengatakan, sudah berkoordinasi dengan polisi dan menjenguk korban, Mujiono (34). Kasus ini sudah ditangani petugas, namun satu orang masih dalam pengejaran.

“Polres Jayapura sudah mengamankan dua orang tersangka, yang mana salah satu tersangka menyerahkan diri,” ujar dia.

Insiden ini berawal saat para tersangka berinisial VM, RK dan IE memalak korban. Namun karena korban tidak mempunyai uang kemudian para tersangka mengeroyok korban hingga melakukan penganiayaan.

BACA JUGA:
Sekolah di 28 Daerah Papua Diizinkan Tatap Muka, Kecuali Jayapura

Ketiga pelaku diduga dalam kondisi mabuk, sehingga melakukan aksi nekat tersebut. Dia mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

“Pelaku RK menyerahkan diri, lalu polisi menangkap VM. Saat ini masih ada satu lagi pelaku berinisial IE yang dalam pengejaran polisi,” ujar dia.

Sebelumnya Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon mengatakan, kasus ini murni kriminal. Para pelaku dalam kondisi mabuk saat mengadang korban Mujiono, lalu memalak guru tersebut.

“Saat itu korban hendak pulang ke rumah, lalu diadang tiga pelaku,” ujar dia.

Sebelumnya guru SD di Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani babak belur dikeroyok tiga pemuda yang sedang mabuk. Kondisi korban saat ini sudah membaik usai dalam penanganan medis.

Show More

Related Articles

Close