Sumatera Barat

Pemprov Sumbar Bagikan Puluhan Ribu Masker di Danau Cimpago Kota Padang, Sosialisasikan Perda

Penerapan Peraturan daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru mulai diberlakukan sekaligus disosialisasikan kepada segenap masyarakat di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Oleh karena itu, hari ini (Senin-red) pihak (pemerintah) memulai sosialisasi. Sosialisasi menyampaikan pesan kepada masyarakat agar ke luar rumah memakai masker,” tutur Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin (14/9/2020).

Sebelumnya, Pemprov Sumbar bersama DPRD Sumbar telah mengesahkan Peraturan daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru, Jumat (11/9/2020).

Di dalam Perda tersebut, ada sanksi administratif dan sanksi pidana bagi mereka, yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

Misalnya, keluar rumah tidak memakai masker, tidak ikut protokol kesehatan, maka akan diberi sanksi.

Sekaligus mensosialisasikan, kalau tidak pakai masker, nanti ada Perda yang memberikan sanksi.

Lanjutnya, tidak hanya sanksi administratif, melainkan juga ada sanksi pidana kurungan dan denda.

“Itu yang kami lakukan pada hari ini sekaligus membagikan masker gratis kepada masyarakat,” tambah Irwan Prayitno.

Dia berharap dalam satu pekan yang diberikan waktu untuk sosialisasi Perda, Bupati dan Wali Kota bisa maksimal.

Pemprov Sumbar bagi-bagi masker di Danau Cimpago Kota Padang, Senin (14/9/2020) sore.
Pemprov Sumbar bagi-bagi masker di Danau Cimpago Kota Padang, Senin (14/9/2020) sore. 

Sehingga Perda bisa ditegakkan oleh tim penegak hukum yang terdiri atas polisi, jaksa dan hakim, dibantu Satpol PP dan TNI.

“Nanti langsung memutuskan dimana lokasi razia dan dimana tim bekerja melakukan penegakan hukum,” terang Irwan Prayitno.

Sementara itu Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman menyebutkan ada 25 ribu masker yang dibagikan kepada pengendara yang melintas.

Juga ada 15 ribu handsanitizer yang dibagikan, tak hanya pada pengendara, tapi juga kepada pelaku usaha di kawasan Danau Cimpago Kota Padang.

“Awalnya hanya 10 ribu handsanitizer dan 18 ribu masker, namun karena kebutuhan banyak ditambah,” ujar Erman Rahman. (*)

Tag
Show More

Related Articles

Close