Maluku & Papua

Kasus Oknum Brimob Keroyok Anggota TNI di Manokwari, Kogabwilhan: Sudah Berdamai

Kasus dugaan pengeroyokan anggota TNI AD oleh sejumlah anggota Brimob Polda Papua Barat sudah diselesaikan kedua pihak. Peristiwa itu teerjadi dinilai karena kesalahpahaman.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan, keributan tersebut berawal karena kesalah pahaman antara tiga anggota Brimob dengan dua prajurit TNI AD.

“Ya saat ini antara mereka (Brimob dengan anggota TNI) sudah berdamai. Perdamaian difasilitasi oleh komandan masing-masing satuan,” kata Gusti Nyoman Suriastawa, Senin (14/9/2002).

video insiden dugaan pengeroyokan tersebut sempat viral di media sosial yang diunggah oleh akun portal komando pada laman akun Instagram. Dalam keterangan video tersebut, insiden itu terjadi pada hari Sabtu (12/9/2020) malam lalu.

Dari keterangan video tersebut, pengeroyokan itu berawal saat Pratu William anggota TNI AD dari Yonif 711/RKS sedang memarkir mobil miliknya. Namun rupanya posisi mobil Pratu William yang diparkir menghalangi pandangan oknum Brimob saat menonton balapan liar, sehingga Pratu William sedang bersama temannya Pratu Ferlin ditegur. Pratu Ferlin kemudian mengatakan jika dirinya juga anggota dari TNI.

Tidak lama kemudian, tiga anggota polisi mendorong Pratu William dan mengeroyoknya dengan dibantu oleh dua orang warga sipil yang tak lain adalah teman dari keempat oknum polisi itu. Belakangan diketahui nama oknum anggota Polda Papua Barat, yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut adalah Bripda JNL, Bripda DR, Bripda JD, dan Bripda MRS.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa mengatakan pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI AD dari Yonif 711/RKS yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum anggota Brimob sudah ditangani Propam.

Menurut Semmy, sejauh ini belum ditemukan adanya keterlibatan anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut, seperti yang tersebar di media sosial.

“Mesti dikonfirmasi oleh Kabid Humas yah, tapi insiden itu sudah ditangani, Pak Kapolda sudah perintah, itu ditangani sama Kabid Propam, sampai sejauh ini sih belum ada ditemukannya anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut,” kata Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, Senin (14/9/2020).

Sebagai Dansat Brimob Polda Papua Barat, Semmy mengaku terus mengingatkan anggotanya untuk menghindari benturan dengan satuan lain. Apalagi, menurut Semmy, dalam situsi pandemi Covid-19 ini, sinergi antarsatuan sangat diperlukan bersama masyarakat untuk penanganan Covid-19.

“Cuman kita ke dalam, kita, saya terus ingatkan anggota untuk hindari benturan, bentrokan dengan teman-teman satuan lain, karena kita kan Covid-19 ini kan belum berakhir gitu, kita harus tetap sama-sama untuk bisa bekerja bersama masyarakat untuk penanganan Covid-19 ini bisa segera berakhir, kan gitu yah, harapannya itu,” katanya.

Semmy menegaskan, terkait beredarnya video viral di media sosial tentang insiden bentrok diduga ada keterlibatan anggota Brimob itu tidak benar. “Jadi saya tegaskan lagi, soal insiden semalam, tidak ada anggota Brimob yang terlibat,” katanya.

Show More

Related Articles

Close