Nasional

Pilkada Diprediksi Ciptakan Bom Atom Kasus Positif COVID-19

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi perhelatan Pilkada yang menciptakan kerumunan seperti masa kampanye dan hari H pencoblosan akan menjadi bom atom warga yang positif COVID-19. Bahkan ia memprediksi pada Natal dan Tahun Baru 2021 Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi karena klaster Pilkada.

“Mengapa masa kampanye dan pencoblosan karena pada saat itu lah akan terjadi potensi ledakan bom atom kasus COVID-19 di Indonesia. Intinya adalah apabila tidak diantisipasi, tidak dilakukan perubahan kebijakan maka pada Natal dan tahun baru 2020 yang akan datang Indonesia dalam duka karena jumlah pasiennya akan meledak dan kapasitas rumah sakitnya pasti tidak cukup,” kata Qodari, dalam diskusi bertajuk Evaluasi 6 Bulan dan Proyeksi 1 Tahun Penanganan COVID-19 di Indonesia, Sabtu (12/9/2020).

Qodari memprediksi Pilkada akan menjadi bom atom lonjakan kasus COVID-19 pada masa kampanye karena pasangan calon kepala daerah masih diperbolehkan melakukan kampanye rapat umum terbatas. Ia menyebut berdasarkan data Bawaslu pasangan calon sebanyak 734 sehingga calon kepala daerah dikali 2 diperkirakan ada 1.468 orang.

Kemudian, berdasarkan laporan yang diterima Qodari, calon kepala daerah mempunyai target melakukan kampanye dalam sehari 10 titik selama masa kampanye 71 hari. Tak hanya itu, dia juga memprediksi jika masih terdapat kerumunan pada pelaksanaan kampanye, maka diperkirakan akan ada 20 juta potensi orang positif tanpa gejala.

“Maka kampanye Pilkada jika masih mengizinkan pertemuan-pertemuan, akan menciptakan 1.042.280 titik penyebaran COVID-19 selama 71 hari. Itu hitung-hitungannya ada disitu dan jumlah orang yang terlibat dalam 1.042.280 titik kampanye tersebut jika ikut aturan PKPU maksimal adalah 100 orang adalah 104 juta orang, itu kalau ikut maksimal pilkada 100 orang. Itu terus orang saya nggak yakin yang datang cuma 100 jangan-jangan yang datang 500, jangan-jangan yang datang 1000,” katanya.

“Jika positifity rate COVID-19 di RI 19 persen maka potensi OTG yang bergabung dan menjadi agen penularan dalam masa kampanye 71 hari adalah 19,8 juta orang hampir 20 juta orang,” katanya.

Tag
Show More

Related Articles

Close