Sumatera Selatan

Sidang Kasus Dugaan Korupsi Gedung Serba Guna Muba, Jaksa Penuntut Umum Hadirkan 8 Orang Saksi

Pengadilan Tipikor Palembang, kembali menggelar sidang dugaan perkara korupsi pembangunan Gedung Serba Guna yang menjerat Kadis PUCK Kabupaten Muba periode 2016-2018, terdakwa Zainal Aripin (56).

Sidang dilaksanakan secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Selasa sore (8/9/2020).

Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum Kejari Muba Ari Apriansyah, mendatangkan 8 orang saksi.

Sidang yang berlangsung selama 6 jam itu akhirnya berjalan lancar tanpa terkendala apapun.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Hendra Sayyidi menyatakan dari keterangan 8 saksi banyak hal-hal yang tidak sinkron.

“Iya tadi saat persidangan itu banyak yang dibantah oleh klien kami sehingga sidang berjalan lama karena sidang ini online sehingga harus benar-benar didengarkan,” terangnya.

Sementara untuk 8 orang saksi dirinya menyatakan masih orang dinas Kabupaten Muba.

Untuk itu sidang pun ditunda minggu depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muba Arie Apriansyah menyebutkan bahwa terdakwa yang menjabat selaku Pengguna Anggaran (PA) diduga melakukan tindak pidana korupsi.

Pada pelaksanaan pekerjaan penyelesaian Pembangunan Gedung Serba Guna Sekayu tahun Anggaran 2015 dengan nilai anggaran Rp 29,9 miliar”.

Sebut JPU dalam dakwaannya dihadapan kepala majelis hakim Erma Suharti.

Dugaan penyelewengan itu, dilakukan terdakwa pada rentan waktu satu tahun yakni dari Januari 2015 hingga Januari 2016 silam bersama-sama dengan 4 terpidana lainnya yakni Deddy Adrian, ST, MM, H. Januarizkhan, Harisandy dan Ardiyanzah yng sudah divonis oleh majelis hakim Tipikor Palembang

Diakhir pembacaan dakwaan, JPU menjerat terdakwa sebagaimana perbuatannya pasal 2 dan pasal 3 Junto pasal 18 UU RI Nomor 20 tahun 2001 Junto UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.

“Dengan ancaman pidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 Milyar”. Terang JPU yang juga Kasipidsus Kejari Muba ditemui usai sidang.

Tag
Show More

Related Articles

Close