Luar Negeri

WOW!, Indonesia Masuk Target China Jadikan Pangkalan Militer

China terus menerus membangun kekuatan militernya agar disegani dunia.

Dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan ekonomi yang sangat kuat memungkinkan China bisa melakukan apapun

Apalagi dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, China yang sudah setara dengan negara-negara barat

Ketegangan Laut China Selatan adalah bentuk sempurna dari konflik sederhana bercampur dengan konflik rumit.

Sederhana, karena jika diingat-ingat, konflik terjadi karena benturan kepentingan dari negara-negara yang terlibat.

Sebagai sumber daya alam yang kaya raya dan menjanjikan, seharusnya negara-negara yang ada di sekitar perairan itu bisa saling berbagi satu sama lain.

Namun karena keserakahan, konflik menjadi rumit dan melibatkan beberapa pihak yang punya kepentingan lebih besar dari sekedar menguasai sumber daya alam.

Pihak yang dimaksud adalah Amerika Serikat, yang punya agenda membangun Indo-Pasifik yang bebas dari China.

Hal itulah yang menyeret konflik AS dan China juga menjadi agenda teratas di Laut China Selatan.

Tidak bisa mundur dan damai lagi, kedua militer masing-masing negara mulai siapkan berbagai manuver untuk menjegal satu sama lain.

Serta, mulai mengajak pihak dengan kepentingan mirip untuk bergabung menjadi persekutuan.

Saat ini, China sudah punya pangkalan militer di Djibouti , serta kemungkinan merencanakan menambah fasilitas pangkalan militer mereka.

Beberapa negara yang dibidik China untuk pangkalan militer mereka antara lain adalah Myanmar , Thailand , Singapura , Pakistan , Sri Lanka , Uni Emirat Arab , Kenya , Republik Seychelles , Tanzania , Angola , Tajikistan , dan tentu saja Indonesia.

Pangkalan militer ini akan digunakan untuk sediakan bantuan untuk operasi PBB dan mengamankan komunikasi China.

Membangun pangkalan militer di negara lain bukanlah perkara sepele, karena negara tuan rumah dapat melakukan aksi penting dalam mengatur operasi militer PLA, dan China sadar akan hal tersebut sehingga mereka berusaha bermanis-manis dan menyediakan bantuan untuk negara yang mereka bidik agar pangkalan militer mereka senantiasa terawat di negara tersebut.

Pembangunan pangkalan militer di negara lain juga bisa sebabkan konflik militer, sinyal diplomasi, perubahan politik, kerjasama internasional serta latihan militer gabungan.

Bagi Partai Komunis China, jaringan logistik militer dapat sediakan pengawasan intelijen untuk memata-matai militer AS.

Tag
Show More

Related Articles

Close