Aceh

Amin-Zainal programkan semua warga kota tinggal di rumah layak huni

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Wakilnya Zainal Arifin memprogramkan bahwa pemerintah kota (pemko) setempat terus berupaya keras membebaskan warga Banda Aceh dari rumah tidak layak huni menjadi tinggal di rumah layak huni.

Ia mengatakan, sudah ratusan pembangunan rumah sehat sederhana telah direalisasikan Pemko Banda Aceh, dan diserahkan bagi warga kota yang tidak mampu.

“Tahun ini saja ada 20 rumah dari Baitul Mal, dan 18 rumah dari perkim (perumahan rakyat dan kawasan pemukiman). Rumah bantuan ini akan terus kita bangun. Target kita, jangan ada lagi warga Banda Aceh yang tinggal di rumah tidak layak huni,” tegas Aminullah di Banda Aceh, Senin.

Hal tersebut diucapkannya saat menyerahkan kunci rumah kepada Sudirman (45), warga Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng yang tidak mampu menahan rasa haru langsung dari Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Rumah yang terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi itu diserahkan wali kota bersama Ketua Komisi I DPRK Musriadi Aswad, dan Kadis Perkim Rosdi yang disaksikan langsung oleh warga setempat bersama Keuchik Ilie Muhammad Nur, dan Plt Camat Ulee Kareng Wahyudi SSTP.

Wali kota melanjutkan, pihaknya berharap kepada Sudirman agar rumah tersebut dapat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga.

Ia menyebut, bisa menjadi rumah baginya untuk beristirahat setelah seharian lelah bekerja, dan dapat untuk beribadah hingga mencari rezeki.

“Inilah bentuk perhatian pemerintah kepada warganya yang sangat membutuhkan. Semoga bisa bemanfaat, menjadikan rumah ini sebagai tempat untuk beristirahat, beribadah hingga mencari rezeki,” ujar Wali Kota Aminullah.

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad merespon positif program bantuan rumah tersebut. Ia mengatakan, program ini memberikan harapan bagi warga duafa untuk memiliki rumah sendiri.

“Program tersebut merupakan tindak lanjut dari cita-cita Wali Kota Aminulah Usman, dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin dalam peningkatan perekonomian dan pengentasan kemiskinan,” tuturnya.

Sudirman mengaku, tidak menyangka akan memiliki satu unit rumah layak huni. Baginya, dengan penghasilan kecil dari seorang tukang perabot, tapi memiliki rumah sendiri hanyalah sebuah impian. Apalagi dia harus menafkahi seorang istri dan dua orang anak.

Ketika penyerahan bantuan rumah untuk dirinya, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang perabot ini mengaku sangat berterimakasih dengan kedua matanya tampak berkaca-kaca menahan haru. Ia tidak menyangka akan memiliki satu unit rumah layak huni untuk ditempati bersama istri, dan kedua anaknya.
Dengan program bantuan rumah duafa dari Pemko Banda Aceh dibawah kepemimpinan Amin-Zainal, kini impiannya terwujud.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa memiliki rumah. Terimakasih pak wali kota. Ini penantian saya selama 20 tahun,” ujar Sudirman.

Tag
Show More

Related Articles

Close