Jambi

Ketua Pokja Proyek Pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Terima Rp100 Juta dari Peserta Lelang

Ketua Pokja proyek pembangunan auditorium UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi menerima uang Rp100 juta dari seorang pengusaha agar dimenangkan dalam proses lelang.

Keterangan ini terungkap dalam sidang lanjutan perkara ini di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (10/6). Penuntut umum Kejari Muaro Jambi menghadirkan lima orang saksi kali ini. Salah satunya adalah ketua pokja (kelompok kerja), Imran.

Mengenai pemberian uang itu, Imran mengaku menerima dari Rido, salah satu pemilik perusahaan peserta lelang.

“Saya diberikan uang Rp100 juta di sebuah hotel. Uang itu diserahkan oleh seorang bernama Rido untuk memenangkan perusahaannya,” kata saksi.

Imran mengatakan, dia dikenalkan oleh terdakwa Hermantoni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada Rido. “Katanya minta tolong agar perusahaan Rido dimenangkan,” lanjutnya.

Kata Imran uang itu sudah dia kembalikan. Pengembaliannya tidak menggunakan kwitansi, kata Imran. Saksi-saksi lain mengaku tidak tahu-menahu soal uang itu.

Sementara itu, saksi lainnya Asdani yang merupakan pegawai honorer di UIN juga dicecar banyak pertanyaan karena dia mengakui bisa bebas mengakses situs LPSE.

“Anda hanya sebagai honorer kok bebas menjadi admin LPSE? Kan anda tidak punya kewenangan,” tanya jaksa Rudi Firmansyah.

Saksi pun mengaku bahwa dirinya tak memiliki hak, namun karena disuruh seorang anggota Pojka bernama Yudi.

“Saya disuruh pak Yudi pak,” ujarnya. Dalam perkara ini terdapat lima orang terdakwa dari pihak swasta maupun dari UIN sendiri. Lima orang ini diantaranya Jhon Simbolon, Iskandar, Zulkarnain, Kristina dari pihak swasta serta Hermantoni PPK kegiatan.

Sidang dipimpin majelis hakim Erika Sari Emsah Ginting selaku hakim ketua serta Adly dan Srituti Wulansari masing-masing sebagai hakim anggota.

Tag
Show More

Related Articles

Close