Gorontalo

Difitnah Netizen, Nakes yang Rawat Pasien Corona Laporkan 5 Akun FB ke Polisi

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani pasien Corona (COVID-19) di Gorontalo mendatangi Polda Gorontalo untuk melaporkan 5 akun media sosial. Mereka merasa difitnah menerima uang sejumlah Rp 15 juta.

“Atas nama organisasi profesi dari Ikatan Apoteker Indonesia, dari IDI, Ikatan Perawat Indonesia, dan semua tenaga kesehatan yang ada di Provinsi Gorontalo melakukan pengaduan di Polda Gorontalo karena kami merasa keberatan dengan postingan-postingan yang ada di medsos yang menyudutkan kami,” kata Rita Bambang, salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Tengah Gorontalo.

Dia menjelaskan warga Gorontalo harus mengetahui bahwa tenaga kesehatan tidak pernah melakukan penipuan dalam penanganan wabah Corona. Rita menuturkan yang dilakukan semua tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat dan tenaga medis, bekerja dengan ikhlas.

“Kami tidak ada tendensi apa pun. Tidak ada biaya-biaya apa pun yang disebutkan di media sosial untuk kami. Isi posting-an, ada hujatan, ada fitnah kemudian ada penghinaan. Ini yang kami takutkan ketika kami melakukan tracking pada masyarakat untuk memutuskan mata rantai COVID-19 keselamatan kami di lapangan terancam,” jelas Rita yang mengaku tenaga apoteker.

Dia menjelaskan sesuai kesepakatan dia dan rekan-rekan sejawat, akhirnya mereka menyikapi tudingan ini dengan melapor ke aparat. Dia berharap polisi mengusut akun-akun yang melakukan fitnah dan pelecehan terhadap profesi tenaga kesehatan.

Tag
Show More

Berita Terkait

Close