Aceh

Pria Reaktif Covid-19 Kabur dari RSU Cut Meutia

Seorang pria berinisial HM (20) asal Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara yang dinyatakan positif atau reaktif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) hingga Jumat (22/5/2020) belum ditemukan, setelah kabur seusai pemeriksaan di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Rabu (19/5/2020). Tim Gugus Penanganan Covid-19 Aceh Utara masih terus mencari keberadaan pria tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi pada Rabu lalu sekitar pukul 9.00 WIB, pria tersebut datang ke RSU Cut Meutia Aceh Utara untuk memeriksakan dirinya guna mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19, untuk keperluan melamar kerja di Jakarta. Lalu, pria itu menjalani pemeriksaan rapid tes dan juga Rontgen Thorax.

“Sekitar pukul 11.00 WIB sudah keluar hasilnya. Pada hari itu ada tiga orang yang memeriksakan dirinya dengan rapid test untuk mendapatkan surat keterangan tersebut. Satu di antaranya dinyatakan positif, atau lebih dikenal dengan istilah sekarang reaktif,” ujar Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara Jalaluddin, Jumat (22/5/2020).

Setelah diberikan surat, kata Jalaluudin, tak lama kemudian pria tersebut langsung menghilang dari RS. “Kemudian petugas berusaha mencarinya, namun tak berhasil ditemukan. Tak lama kemudian, informasi tersebut juga diketahui oleh tim Gugus Covid-19 Aceh Utara dan pihak keluarga,” kata Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara.

Disebutkan, pada hari berikutnya, pihaknya mendapatkan informasi pria tersebut akan dibawa ke RSU Cut Meutia untuk diambil sampel tenggorokan guna uji lab. Karena itu, petugas medis sudah mempersiapkan diri dengan memakai alat pelindung diri (APD). “Tapi sampai pukul 2.00 malam kami menunggu, dia tak kunjung tiba,” ujar Humas RSU Cut Meutia.

Belakangan dirinya mendapat informasi kalau pria HM tersebut sudah kabur. Sampai sekarang masih dilakukan pencarian, tapi belum juga ditemukan. “Untuk Rontgen Thorax itu normal. Hanya rapid test saja yang reaktif, atau virus pada pria tersebut aktif,” katanya.

RSU Cut Meutia Aceh Utara yang menjadi rujukan RS pasien Corona sudah melakukan pemeriksaan rapid tes terhadap 12 orang dengan biaya Rp 600 ribu per orang. “Karena dia berstatus orang Dalam Pemantauan (ODP) perlu dilakukan karantina,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM kepada Serambi menyebutkan, tim gugus sudah melakukan rapid test terhadap 11 orang keluarga dari pria yang positif Covid-19 itu, termasuk istrinya. Mereka semua dinyatakan negatif Corona. “Pada hari itu juga kita lakukan rapid tes terhadap pihak keluarganya, tapi semuanya negatif,” katanya.

Saat ini, kata Kepala Dinas Kesehatan, polisi bersama TNI dan juga tim gugus sedang berusaha mencari keberadaan pria tersebut untuk diambil swab dan juga untuk karantina. “Pihak keluarganya saat ini juga harus menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari,” katanya. (jaf)

Tag
Show More

Related Articles

Close