Papua

OPM Klaim Rampas 4 Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengklaim OPM telah merampas empat pucuk senjata milik aparat keamanan TNI/Polri di Kampung Ndeotadi Kabupaten Paniai. Kata dia, empat pucuk senjata api itu milik anggota Pos 99.

Sebby menjelaskan kronologis perampasan senjata tersebut. Kata dia, perampasan senjata terjadi Senin (18/5). Perampasan empat senjata, menurut Sebby, dilakukan oleh kelompok pimpinan Ton Tabuni.

“Pasukan TPNPB-OPM  telah menembak mati empat anggota tentara Indonesia. Penembakan juga dilakukan terhadap satu orang warga Papua disebut sebagai mata-mata TNI/Polri,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Keterangan tertulis itu telah dibenarkan oleh Sebby melalui percakapan di media sosial facebook, Sabtu (23/5).

Usai perampasan itu, Sebby menyebut pasukan TNI-POLRI langsung mengejar kelompok Ton Tabuni.

Kemudian, pada Tanggal 21 Mei 2020, di Distrik Bilae, Kampung Pogapa Kabupaten Paniai Enarotali, TPNBP-OPM kembali terlibat baku tembak dengan aparat TNI-Polri. Namun, baku tembak dilakukan oleh kelompok Yoniut Kogeya.

Tak hanya di Paniai, penembakan juga dilakukan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terhadap warga lokal papua di Tembagapura, tepatnya di Mill 62, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Korban mengalami luka tembak pada bagian perut dan leher sehingga saat ini kondisi korban tidak sadarkan diri.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan saat kejadian, Anggota TNI Satgas Pengamanan PTFI yang berjaga di Pos Mile 59 (Ketinggian Tower) dan Mile 61 (Ketinggian sebelah kanan kandang Gajah) mendengar suara tembakan rentetan Senjata Api laras panjang di sekitaran Mile 62, Distrik Tembagapura.

Anggota TNI itu kata Eko langsung bergegas mencari lokasi tempat suara tembakan berlangsung.

“Sampai di lokasi kejadian Tim Aparat Gabungan TNI/Polri menemukan warga sipil yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka tembakan di perut dan leher,” kata Eko.

Tag
Show More
Close