Nasional

Dua Unicorn Tolak Jadi Mitra Platform Digital Kartu Prakerja

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyatakan ada dua perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn yang menolak menjadi mitra digital platform untuk program kartu prakerja. Mereka beralasan ingin melihat terlebih dahulu model bisnis dari program tersebut.

“Ada dua unicorn menolak menjadi mitra digital platform pada tahap awal. Mereka ingin melihat dulu bisnisnya seperti apa, model seperti apa,” tutur Denni dalam video conference, Rabu (22/4).

Denni tak menjelaskan secara gamblang siapa dua unicorn yang dimaksud. Namun yang pasti, dua unicorn itu tak bergerak di sektor edukasi.

“Karena ini bukan core bisnis dua unicorn itu,” imbuh dia.

Diketahui, ada lima startup yang kini memiliki status unicorn di Indonesia. Startup itu adalah Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, Ovo, dan Gojek. Sejauh ini, pemerintah telah bekerja sama dengan dua unicorn untuk menjadi mitra platform digital, yaitu Tokopedia dan Bukalapak.

Sementara, Ovo menjadi startup yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai mitra pembayaran program kartu prakerja. Jadi, dana insentif dari pemerintah bisa ditransfer ke rekening peserta lewat Ovo.

Secara total, ada delapan platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah. Selain Bukalapak dan Tokopedia, ada Mau Belajar Apa, Ruang Guru, Pijar Mahir, Pintaria, Sekolahmu, dan prakerja.kemnaker.go.id.

Sementara, perusahaan yang bekerja sama menjadi mitra pembayaran selain Ovo, antara lain BNI, Gopay, dan LinkAja.

Denni menyatakan ada tiga hingga empat perusahaan yang berminat untuk menjadi mitra platform digital untuk program kartu prakerja. Ia bilang pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya kepada platform digital yang ingin menyediakan program pelatihan untuk peserta kartu prakerja.

“Tapi kami tentu evaluasi juga yang delapan mitra ini. Jadi tidak terburu-buru untuk ekspansi,” pungkas Denni.

Tag
Show More

Related Articles

Close