Nasional

Pembelaan Luhut Terhadap Pekerja Asal China

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal pekerja China di Indonesia. Pasalnya, selama ini orang selalu memandang pekerja China negatif.

Padahal, pekerja-pekerja itu juga menurut Luhut tidak diselundupkan memasuki Indonesia. Menurutnya semua pekerja China juga memenuhi semua aturan untuk masuk ke Indonesia.

Begitu juga kabar soal 49 tenaga kerja asal China yang pernah heboh di Kendari, dia kembali meluruskan puluhan orang ini juga memiliki visa sebelum masuk ke Indonesia.

“Soal pekerja China, orang datang itu tidak nyelundup saja, kita pasti tau kan ada visa. Yang kemarin itu kan tidak ada yang salah juga, sudah diminta Kemenkumham,” ungkap Luhut dalam video conference bersama wartawan, Selasa (14/4/2020).

Dia juga menegaskan bahwa tak ada campur tangannya dalam masuknya 49 pekerja China di Kendari. ‘Katanya saya ikut campur, tidak ada kok,” tegas Luhut.

Dia pun mengatakan bahwa banyak tenaga kerja di China berada di Morowali, faktanya menurut Luhut tenaga kerja China di sana terlampau sedikit. Dari 40 ribu tenaga kerja, hanya 3 ribu yang dari China.

“Jadi gini, ini pembodohan, tunjukan aja dimana? Katanya di Morowali ada pekerja China, saya kirim ke sana, lihat, jumlahnya hanya 3 ribu dari 40 ribu,” kata Luhut.

Kemudian dia membandingkan, puluhan dan bahkan ratusan ribu orang Indonesia juga bekerja di luar negeri. Namun, kehadiran mereka tak pernah dipermasalahkan di negeri tepatnya bekerja.

“Kita ini lupa loh, TKI kita yang pulang dari Malaysia 505 ribu orang, kenapa Malaysia tidak ribut? Terus ABK 16 ribu dari Taiwan juga, karena tidak ada kerjaan, mau lebaran juga mereka pulang,” jelas Luhut.

Luhut mempertanyakan kenapa banyak stigma negatif, yang bahkan secara terang-terangan menyebut orang dari China brengsek. Padahal, semua orang, bahkan orang Indonesia juga brengsek bila tidak memegang nilai dan norma di masyarakat.

“Apa semua China itu brengsek? Orang kita juga ada yang brengsek juga kok, semua orang brengsek kalau tidak pegang nilai-nilai dan norma,” tegas Luhut.

Tag
Show More

Related Articles

Close