Nasional

Melesat ke Posisi 2, Indonesia Pesta Pora Emas Dari Luar Manila

JawaPos.com – Indonesia mendekati target minimal 45 emas yang dipatok pemerintah dalam SEA Games 2019.

Kemarin (6/12) total 12 emas dipanen kontingen Merah Putih. Mayoritas diperoleh lewat cabor-cabor yang dipertandingkan di luar klaster Manila. Perinciannya, 5 emas didapatkan di klaster Subic, lalu 6 emas dari klaster Clark, dan sisanya dari Manila.

Hingga pagi ini, Indonesia sudah mengumpulkan 40 emas, 41 perak, dan 48 perunggu. Posisi Indonesia naik ke peringkat kedua di klasemen medali sementara. Menyalip Vietnam yang sebelumnya unggul tipis. Capaian itu sekaligus memperbaiki prestasi Indonesia di SEA Games 2017. Dua tahun lalu di Kuala Lumpur Merah Putih hanya mengais 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Yang perlu dicermati, banyak emas yang disumbangkan cabor-cabor non unggulan. Misalnya, sambo yang tidak disangka-sangka bisa membawa pulang tiga emas. Yakni, dari nomor men’s combat 57 kg oleh Fajar, women’s sports 80 kg dari Ridha Wahdaniyaty Ridwan, serta nomor beregu campuran.

’’Hasil ini di luar perhitungan. Saya sangat mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah menunjukkan prestasi dengan meraih emas,’’ ucap Ketua Umum PP Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kresna Bayu. ’’Padahal, mereka baru pertama tampil di SEA Games,’’ lanjut mantan judoka nasional itu. Kresna mengatakan, awalnya dirinya hanya minta para atlet memetik satu emas.

Begitu pula dengan judo yang sangat produktif mencetak emas. Sehari sebelumnya, cabor bela diri itu memberikan dua emas dan satu perak. Kemarin giliran nomor berat -100 kg Gede Ganding K. Soethama dan +100 kg I Gede Agastya D. Wardana meraih hasil manis.

Di Subic, atlet modern penthatlon Dea Salsabila Putri meraih emas kedua. Kali ini dari nomor beach triathle. Menggenapi capaiannya pada Kamis, saat dia meraih emas dari nomor beach laser. Dea bercerita, dirinya sempat sulit beradaptasi dengan cuaca Subic Bay Freeport Zone, venue lomba, yang sangat panas.

’’Transisi setelah menembak dan renang harus hati-hati. Karena kami hanya disediakan boks barang yang sangat kecil. Ketat sekali,’’ tutur Dea. ’’Untungnya kemarin sudah turun di nomor laser run jadi cukup tahu medan,’’ tambah atlet asal Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Yang tidak kalah seru adalah final voli pantai beregu. Dua pasangan Indonesia menggulung Thailand dengan skor 2-0. Pasangan Indonesia 1 Ade Chandra/Muhammad Ashfiya mengalahkan Surin Jongklang/Banlue Nakprakhong 21-18, 21-9. Lalu, Gilang Pribadi/Danangsyah menundukkan Nuttanon Inkiew/Sedtawat Paadsawud dengan skor 21-17, 21-13.

Mereka tidak mampu menyembunyikan ekspresi gembira. Misalnya, Ashfiya, yang terlihat sangat emosional. Di tengah wawancara, dia tiba-tiba berseru, ’’Emas, Bosss!!!’’ Hal itu memantik gelak tawa kawan-kawannya.

Tim voli pantai sangat happy karena mereka sebenarnya tidak ditarget emas. Hanya, dengan tim yang berisi pasangan peraih perak dan perunggu Asian Games, emas SEA Games bukan hal sulit.

’’Nggak susah sama sekali karena sesuai strategi semua. Pelatih lebih pintar. Melawan Thailand di final membuat kami lebih optimistis di awal,’’ tutur Gilang.

SUMBER

Show More

Related Articles

Close