Nah Ini Dia

Mulanya Jadi Juru Damai, Akhirnya Damai di Kasur

Home Nah Ini Dia

Mulanya Jadi Juru Damai, Akhirnya Damai di Kasur

Senin, 11 November 2019 — 7:07 WIB

Ilustrasi.

SEBAGAI pemilik yayasan madrasah, mestinya Mustakim, 45, tak berbuat gegabah. Gila nggak; dia yang mendamaikan guru madrasahnya mesum dengam santri 15 tahun kok pada akhirnya malah Mustakim sendiri yang damai di kasur bersama si anak bau kencur hingga berulang kali. Merusak nama madrasah saja ini orang.

Syahwat memang menjadi kebutuhan semua anak manusia. Hanya saja, harus pandai mengendalikan, mana yang batal dan mana yang halalalan tayiban wa asyikan. Lebih-lebih bila menyandang label agama, harus lebih mampu mengendalikan syahwatnya. Tapi diakui atau tidak, kini semakin banyak oknum ustadz cabul. Lihat saja lewat Mbah Google di internet.

Sampel terakhir adalah, Mustakim, pemilik yayasan pendidikan yang memiliki madrasah ibtidaiyah di Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep. Penampilannya cukup alim, santun dan ahli menata kata. Tapi begitu ketemu urusan syahwat, jadi lupa akan label agama pada madrasah yang dikelolanya. Nggak tahulah, setan lulusan kampus mana, kok godaannya mampu menggugurkan iman seseorang.

Kisahnya berawal dari skandal asmara guru madrasah, Idrus, 28, dengan salah satu santri di madrasah itu. Dalam usia ABG, dia sudah ternoda oleh ulah gurunya, ya si Idrus tersebut.

Yang sewot bukan saja keluarga Atikah, tapi juga bini Idrus sendiri. “Dasar lelaki celamitan, di rumah disiapkan opor ayam, ada sayur lodeh kok diembat juga,” begitu kata istrinya bertamsil ibarat.

Saking jengkelnya dia hendak melaporkan suaminya ke polisi, tapi dicegah istri Mustakim yang berusia 38 tahun. Jangan langsung ke polisi, bisa hancur nama madrasah. Mustakim selaku ketua yayasan memanggil Idrus dan santri remaja itu untuk menyelesaikan kemelut tersebut.

Berkat diplomasi tingkat dewa si Mustakim yang santun dan ahli menata kata itu, istri Idrus bisa menerima. Selesai sudah.

Tapi ternyata itu hanya sementara. Sebab Mustakim sebagai juru damai, lupa akan statusnya sebagai pemilik yayasan madrasah, dia sendiri malah jadi gerah melihat penampilan santrinya itu.

Ketika Idrus sudah menjauh, justru Mustakim sendiri yang maju. “Masak, pemilik yayasan bisa kalah set sama guru madrasah, malu dong bro…..” , kata setan lulusan Amerika itu mengompori.

Anak itu pun didekatinya, dengan alasan untuk menghibur. Tapi ujung-ujungnya malah dibawa ke kasur! Ini terjadi tak hanya di rumah, tapi juga di hotel segala.

Lama-lama skandal pemilik yayasan itu tercium penduduk. Marahlah mereka, kok jadi seperti ini kelakuan Mustakim? Bagaimana mungkin, pemilik yayasan pendidikan kok malah berbuat memalukan.

Skandal ini langsung dilaporkan ke polisi. Tentu saja Mustakim langsung ditangkap dan ditahan.

Kini giliran yang ngiri istri Mustakim. Ini tidak adil, karena Idrus masih malang melintang di luaran. Dia minta Idrus juga ditangkap, karena dia sebagai sumber dan pangkal masalah malah tak tersentuh (tak ditangkap).

“Suamiku jadi begitu kan karena menyelesaikan kasus Idrus,” katanya.

Jadi pangkal masalah kok melebar ke pangkal paha? (gunarso ts)

Tags
Show More

Related Articles

Close