Sulawesi

FKIP Unibos Gelar Kuliah Umum, Bahas Pentingnya Pendidikan Bahasa di Era Industri 4.0

alfianFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar Kuliah Umum kebahasaan di Ruang Senat Lantai 9 Gedung I Unibos, Rabu (9/20/2019).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bosowa (Unibos), menggelar kuliah umum kebahasaan di Ruang Senat Lantai 9 Gedung I Unibos, Rabu (9/20/2019).

Kuliah umum ini mengusung tema “Language Teaching Dynamics in Industrial Revolution 4.0”.

Tujuannya yakni dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pendidikan bahasa.

Kursi Kosong Warnai Ruang Paripurna DPRD Sulsel

Bakal Pantau Wamena, Menhan Ryamizard Ryacudu Tiba di Lanud Hasanuddin, Ditemui 3 Jenderal

JK Dukung Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & Rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh

Sebanyak 120 mahasiswa mengikuti kuliah umum ini, yang turut dihadiri Rektor Unibos bersama jajaran pimpinan Unibos.

FKIP Unibos sebagai penyelenggara menghadirkan Brendon Marshall (Sociolinguist, Lecturer, and Researcher), Saparuddin (Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri, Malaysia) dan May Sulfira Syam (Guru dan Praktisi Sekolah Alam Bosowa) sebagai narasumber.

"Dinamika bahasa terus berkembang, beberapa kata dalam bahasa lokal sudah mulai jarang atau bahkan tidak pernah diguanakan, sehingga peran pendidik sangat penting untuk melestarikan bahasa lokal dan juga bahasa Indonesia”, tutur Saparuddin.

Sementara itu May Sulfira Syam menyatakan, bahwa para pendidik patut memberikan pemahaman bahasa terutama saat berkomunikasi dengan anak usia dini.

Tiga Jenderal Temui Menhan Ryamizard Ryacudu di Lanud Hasanuddin, Ada Apa ?

Mentan Amran Pastikan Gudang Bulog Penuh Di Musim Kemarau

Kapolres Jeneponto Bagikan 50 SIM Gratis ke Prajurit TNI

"Sebagai praktisi, dalam proses belajar mengajar di kelas bahwa bahasa yang digunakan harus sopan tapi tegas, terutama untuk komunikasi ke anak usia sekolah dasar dan PAUD," ujarnya.

Mahasiswa FKIP Unibos harus memahami ini karena mereka merupakan calon pendidik masa depan.

Pada materi lainnya Brendon Marshall dihadapan mahasiswa FKIP Unibos, menyebut bahasa Indonesia layak menjadi bahasa internasional.

“Seandainya saya bisa menentukan, saya akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional karena lebih masuk akal dan melihat Indonesia sudah termasuk negara yang mengglobal," ungkapnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

TRIBUN

Show More

Related Articles

Close