Nasional

Meski Sudah Meraih Banyak Gelar, Nadal Menangis Pasca Final US Open

JawaPos.com–Siapa pun akan sulit membendung air mata jika berada dalam suasana seharu itu. Tak terkecuali Rafael Nadal yang baru saja menumbangkan Daniil Medvedev di babak puncak Amerika Serikat (AS) Terbuka dini hari kemarin (9/9).

Teriakan ’’Rafa..Rafa..!’’ tak henti-hentinya menggema di seantero Arthur Ashe Stadium saat seremoni penyerahan trofi akan dilakukan.

Tangis Nadal menjadi-jadi ketika layar raksasa di tengah stadion menampilkan perjalanan petenis Spanyol tersebut meraih 19 trofi grand slam sepanjang karirnya. Saat semuanya sedang larut dalam haru, Medvedev yang memang terkenal konyol di lapangan mencoba menetralkan suasana. ’’Aku menonton di layar. Sembilan belas gelar itu luar biasa. Kira-kira, kalau aku yang menang tadi, apa yang akan kalian tampilkan di layar tersebut,’’ ujarnya.

Gerrr… Pecahlah tawa dari seluruh penonton.

Medvedev memang belum sekali pun menjuarai grand slam. Di AS Terbuka 2019 kali ini, dia juga baru kali pertama tampil di babak pemungkas. Meski begitu, petenis Rusia itu sudah memberikan perlawanan sengit. Nadal harus meladeninya dalam lima set selama 4 jam 50 menit. Akhirnya, laga berakhir dengan kedudukan 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4.

Hasil tersebut membuat Nadal meraih gelar US Open keempat sepanjang karir. Total, seluruh gelarnya dari berbagai grand slam menjadi 19 trofi. Hanya terpaut satu piala dari Roger Federer yang sampai saat ini memegang rekor gelar grand slam terbanyak di sektor tunggal putra.

Meski sudah meraih 19 trofi dan 27 kali tampil di final mayor, Nadal tetap menunjukkan emosi begitu dalam ketika memastikan gelar juara kemarin. Dia merasa momen itu menjadi salah satu yang terhebat sepanjang 18 tahun karirnya di pentas profesional.

’’Suatu kehormatan masih bisa berada di pertarungan ini. Perjuanganku mendapatkan momen hebat ini begitu keras. Biasanya aku bisa mengontrol emosi. Tapi, kali ini aku tidak mampu melakukannya,’’ ucap petenis 33 tahun tersebut sebagaimana dilansir The New York Times.

Kemenangan Nadal itu juga menunjukkan bahwa para petenis big three, yakni Nadal, Novak Djokovic, dan Roger Federer, mendominasi pemburuan gelar ajang grand slam. Ketiganya menguasai gelar di 12 ajang mayor terakhir. Atau tepatnya sejak Stanislas Wawrinka menang di AS Terbuka 2016.

Grand slam berikutnya adalah Australia Terbuka Januari 2020. Di sana Nadal berpeluang samai rekor Federer.

SUMBER

Show More

Related Articles

Close