Nasional

Jonatan Christie: Engkel Saya Ada Problem, Sempat Bunyi

JawaPos.com-Jonatan Christie di luar dugaan gagal melangkah ke babak semifinal Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss. Hari ini, tunggal putra unggulan keempat tersebut disingkirkan pemain India Sai Praneeth yang hanya menempati seeded ke-16.

Jonatan kalah dua game langsung 22-24 dan 14-21 dalam tempo 51 menit di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.

Dengan hasil ini, tunggal putra Indonesia dipastikan gagal meraih medali dalam empat edisi beruntun di Kejuaraan Dunia. Terakhir kali Merah Putih merengkuh medali adalah ketika Tommy Sugiarto mendapatkan perunggu pada Kejuaraan Dunia 2014 di Copenhagen, Denmark.

Sementara itu, bagi Sai Praneeth, keberhasilan melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia merupakan pencapaian spesial. Dia mencatat sejarah dengan menjadi tunggal putra India pertama yang berhasil merebut medali sejak edisi 1983 di Copenhagen.

Sebelum Praneeth, kali terakhir pemain India yang berdiri di podium kejuaraan dunia adalah legenda terbesar mereka, Prakash Padukone.

Pertandingan Jonatan versus Praneeth berlangsung seru. Pada game pertama, Jonatan yang sempat tertinggal 19-20 mampu menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Jonatan sempat memimpin 21-20. Namun, Praneeth bisa menyamakan menjadi 21-21. Tetapi dalam kondisi 22-22, Jonatan bermain terlalu hati-hati. Dia terlihat ragu dan kehilangan momentum untuk mengambil game pertama.

Pada game kedua, Jonatan tampil buruk. Dia langsung tertinggal sangat jauh 1-7 dan 3-11. Sejatinya, Jonatan sempat mendekat dengan 12-15. Tetapi, dia gagal bangkit dan akhirnya kandas.

Dengan hasil ini, secara head-to-head, Praneeth berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam empat pertandingan.

“Cukup disayangkan juga tadi. Memang saya akui dari awal main sempat ragu dalam menerapkan pola main dan strategi. Beberapa kali juga Sai Praneeth mengambil kesempatan itu,” kata Jonatan dalam siaran pers PP PBSI yang dikirimkan kepada Jawa Pos.

”Saat poin 22-22, saya ada problem sedikit di engkel. Sekali sempat bunyi. Karena sebelumnya ada pengalaman seperti itu juga, jadi sempat trauma juga,” imbuh pemain nomor empat dunia tersebut.

Menurut Jonatan, pada game kedua, tempo permainannya sedikit mengendor. Sebab, engkelnya agak ngilu.

”Apalagi kalau bola-bola jauh, biasanya kan harus maksa. Tapi tadi benar-benar kalau refleks sedikit, sudah berasa,” ucap pemain 21 tahun kelahiran Jakarta tersebut.

”Sebenarnya dari (babak kedua) Indonesia Open sudah terasa saat lawan (Hans-Kristian) Vittinghus. Kaki sebelah kiri juga sempat bunyi. Sampai saat bertanding di Jepang juga dalam kondisi seperti itu. Tapi puji Tuhan bisa mengatasi dengan baik. Tapi ini H-2 sebelum berangkat ke sini kena kaki kanan. Cuma nggak sampai bunyi, jadi saya pikir nggak masalah,” jelas Jonatan.

Kekalahan ini sekaligus memupuskan target awal tunggal putra untuk menembus minimal sampai semifinal. Apalagi kemarin, Anthony Sinisuka Ginting juga kalah dalam dua game langsung melawan Praneeth.

Jonatan mengaku cukup kecewa dengan hasil yang diperolehnya di Basel.

“Sebenarnya cukup disayangkan, karena ini merupakan salah satu target saya juga. Apalagi kemarin pelatih sudah bilang targetnya ke semifinal. Dan sebenarnya tinggal satu langkah lagi saya menginjakkan ke semifinal. Tapi ternyata harus sampai di sini,” paparnya.

”Tetap bersyukur. Ke depannya fokus dulu buat memulihkan kaki. Karena ini sudah yang kedua kalinya. Jangan sampai karena targetnya ke Olimpiade, tapi pas Olimpiade-nya justru masalahnya terulang lagi. Kekalahan ini bisa dibilang 50: 50. Karena kaki, dan keragu-raguan saya,” tambah Jonatan.

SUMBER

Show More

Related Articles

Close