Bali Nustra

NU NTT Berbagi Hewan Kurban Buat Warga Pinggiran Kota Kupang

Pengurus Nahdatul Ulama ( NU ) NTT Berbagi Hewan Kurban Buat Warga Pinggiran Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Pengurus Nahdatul Ulama ( NU ) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menyiapkan dua ekor sapi sebagai hewan qurban di Hari Raya Idul Adha.

Sapi yang satu ekor merupakan bantuan dari gubernur NTT dan satu ekor dari Bank NTT Pusat ini, disembelih dan dagingnya dibagikan ke fakir miskin dan warga pinggiran di Kota Kupang.

• Staf Pemasaran Kopdit Obor Mas Maumere Dilatih Jadi Konsultan Bisnis Anggota

Ketua Nahdatul Ulama NTT Drs. Haji Djamal Achmad menyampaikan hal ini disela-sela pemotongan hewan qurban di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Senin (12/8/2019). Hadir saat ini Ketua MUI NTT, Haji Abdul Kadir Makarim, juga pengurus NU NTT lainnya.

Menurut Djamal yang juga Asisten I Sekda NTT ini, penyembelihan hewan qurban tidak pada hari H bukan menjadi persoalan utama. Dalam hukum Islam Qurban bisa dilakukan pada hari apa saja setelah hari H dan NU NTT memilih pada Senin (12/8/2019 ini.

• Mengenal Sosok Calon Besan Jokowi, Ibunda Felicia Tissue Pacar Kaesang Pangarep, Cantik dan Anggun

Dikatakannya, makna yang terpenting dan utama pada hari Idul Adha adalah bagaimana umat Islam mengorbankan harta benda untuk membangun ikatan tali kebersamaan dengan sesama di sekitarnya.

Makna lain, kata Djamal, memberi kepedulian dan cita kasih kepada mereka yang berkekurangan secara materi dan jarang menikmati makanan atau daging seperti sesama kita yang mampu secara ekonomi.

Daging qurban setelah dipotong nanti dibagikan ke umat yang berhak menerimanya. Pihaknya membagikan ke para tetangga berbeda agama tetapi berdasarkan perspektif hubungan antara sesama manusia

"Jadi kita ingin memperkuat keimanan dan ketagwaan kita dan menerapkan uquah islamiah kepada sesama, atau membangun hubungan antara Manusia dengan Tuhan maupun Manusia dengan sesamanya Manusia," ujarnya.

Dirinya menegaskan pula bahwa pada momen Idul Adha inipun untuk merajut kembali kebersamaan sebagai anak bangsa. Jika pada pilpres lalu ada saling berbeda pilihan hendaknya tidak terbawa ke arah untuk saling bermusuhan dan saling terpecah belah.

POS KUPANG

Show More

Related Articles

Close