Nasional

Eng Hian Minta Ketut/Tania Diikutkan Kualifikasi Olimpiade

JawaPos.Com-Dari lima sektor di Cipayung, ganda putri menjadi yang paling sering melakukan bongkar pasang formasi. Dalam tiga tahun terakhir ini, hanya ada satu pasangan yang tak pernah dipisahkan. Yakni, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pemain lain terus diutak-atik.

Terbaru, rotasi itu menghasilkan pasangan baru: Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah. Mereka akan menjalani debut di Russian Open, sebuah kejuaraan berlevel super 100, pada 16–21 Juli. Ketut/Tania pun terpaksa absen dari Indonesia Open.

’Nggak apa-apa (absen di Indonesia Open). Karena mereka lebih berpeluang dapat gelar di Russian Open. Saya harap mereka dapat pedenya, feel-nya, dan poin bertambah,’’ ujar Eng Hian, pelatih kepala ganda putri pelatnas dalam siaran pers yang terima . ’’Kalau di Indonesia Open, saya kira mereka tidak akan kalah dengan mudah. Tapi, secara psikologis, buat pemain yang baru dipasangkan, mending ikut Russian Open dulu,’’ ulas pelatih yang akrab disapa Didi itu.

Bagi Ketut, Tania adalah pasangan ketiganya dalam setahun terakhir. Hingga pertengahan 2018, dia masih bersama Anggia Shitta Awanda. Anggia kemudian terdegradasi dari pelatnas utama. Ketut dijajal dengan Rizki Amelia Pradipta. Sementara itu, sejak Februari lalu, Tania dipasangkan dengan Della Destiara Haris.

Sejak awal tahun, badminton lovers berharap Ketut berpasangan dengan Tania. Mereka dianggap cocok karena sama-sama pantang menyerah. Energi mereka berlimpah. Ketut persisten mengejar bola, sedangkan Tania secara postur bagus sebagai pemain depan. Didi, di sisi lain, memandang mereka punya chemistry yang baik.

’’Ketut ini bisa mengayomi pemain muda ketika di lapangan. Makanya saya coba sama Tania,’’ kata Didi. Tania memang baru berusia 19 tahun. Atau, enam tahun lebih muda daripada Ketut.

Untuk persaingan menuju Olimpiade Tokyo 2020, baru Greysia/Apriyani yang posisinya di pelatnas aman. Nah, untuk satu pasangan lagi, Didi membebaskan siapa pun bersaing. Saat ini pasangan pelapis yang peringkatnya paling bagus memang Della/Rizki. Mereka menduduki posisi ke-17 BWF. Namun, Ketut/Tania pun dibukakan kesempatan untuk berburu poin Olimpiade.

Didi telah meminta Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti agar Ketut/Tania diikutkan ke berbagai turnamen. Agar mereka bisa menambah poin sebanyak-banyaknya. ’’Kalau peringkatnya masuk, ya pasti kami ikutkan (kualifikasi Olimpiade),’’ janji Didi.

Itu tentu bukan pekerjaan rumah yang mudah. Sebab, di nomor ganda putri, hanya 16 pasangan terbaik dunia yang bisa berkompetisi di Olimpiade 2020. Sebagai pasangan baru, Ketut/Tania memulai perjalanan dari peringkat ke-59 dunia. Namun, Didi maupun Susy optimistis mereka bisa berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

’’Kami kan lihat, untuk Olimpiade 2020 pasangan mana yang memungkinkan masuk. Untuk Ketut/Tania, di kualifikasi Olimpiade saat ini harus kerja ekstrakeras,’’ kata Susy. ’’Kalaupun nggak masuk sekarang, mereka jadi investasi ke depan. Kami harapkan bisa lebih baik, apalagi usia mereka masih muda,’’ lanjut dia.

SUMBER

Show More

Related Articles

Close