Sulawesi

Organda Dukung Pemerintah, Atur Promo Transportasi Online

fadly/tribun-timur.comSuasana ketika driver merayakan HUT Gojek di kantornya Jl Sultan Alauddin Makassar belum lama ini TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Organisasi Gabungan Daerah (Organda) Angkutan Darat mendesak pemerintah mengatur promo transportasi online, guna mengatasi persaingan jor-joran antar aplikator yang kian sengit.
Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin mengatakan, permasalahan promo tidak wajar transportasi online, tidak hanya terjadi di Jabodetabek. Melainkan juga merambah daerah, sehingga bisa berdampak buruk kepada para mitra driver ojek online di daerah.
"Tidak adanya pengaturan diskon, kian memperdalam jurang pemisah antara industri transportasi berbasis aplikasi dengan transportasi umum tanpa aplikasi," kata Zainal dalam rilisnya, Rabu (19/6/2019).
Selama ini, kata dia, transportasi online selalu dimanjakan.

5 Arti Mimpi Buruk yang Pernah Kamu Alami, Mulai dari Ditinggalkan Pasangan hingga Kecelakaan

Kasus Tunggakan Obat, Kejari Parepare Periksa Mantan Kadis Kesehatan

"Padahal kita sama-sama transportasi yang melayani masyarakat umum. Kita lihat lagi, sejak transportasi online beroperasi, keberadaan transportasi konvensional semakin tergerus," kata Zainal.
Kehadiran transportasi online secara perlahan membuat konsumen transportasi konvensional, juga turut bermigrasi.
"Karena adanya perang tarif yang sangat murah hingga menjadikan para konsumen berpaling," katanya.
Bahkan dalam prakteknya salah satu operator transportasi online seperti Grab, menerakan tarif promo hingga Rp 1 dalam satu kali perjalanan.
"Kita sadar bahwa perkembangan teknologi juga semakin maju. Tapi setidaknya pemerintah harus mempertegas regulasi yang ada," terang Zainal.

Akun Anda Pernah Diretas? Fitur Baru Instagram ini Bisa Pulihkan, Begini Caranya!

Link Live Streaming MNC TV Becamex vs PSM Makassar: Begini Prediksi Wakasek SMAN 2 Jeneponto

Harap Kolaborasi
Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin mengatakan berharap, pemerintah mendorong perusahaan transportasi online dan konvensional untuk bisa berkolaborasi.
"Bukan melakukan perang terbuka atau perang diskon yang mengarah ke monopoli. Kolaborasi itu dinilai akan menguntungkan semua pihak, termasuk konsumen," ujar Zainal.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan aturan terbaru untuk menghindari persaingan harga antar aplikator ojek online.
Saat ini sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.
Dalam aturan itu dijelaskan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.
Sikap YLKI
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan bisa mengawasi persaingan harga ojek online.
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, Kemenhub merupakan lembaga pemerintah yang berfungsi untuk melakukan pengawasan dan pemberian sanksi.
“Di sinilah tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan, jangan sampai diskon yang diberikan keluar dari rentang TBB-TBA ojek online. Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator, yang memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut,” katanya belum lama ini.
Menurutnya, regulasi yang sudah ada mengatur tentang tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA). Kementerian Perhubungan harus bisa memberikan sanksi, jika salah satu aplikator melanggar hal ini.
“Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB. Kalau diskonnya bermain di antara ambang TBB-TBA itu tidak masalah. Tidak ada yang salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen,” katanya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

TRIBUN

Show More

Related Articles

Close