Bali Nustra

Pengacara Dukung Kejati NTT Buka Kasus Korupsi NTT Fair Terang Benderang

Para pengacara Dukung Kejati NTT Buka Kasus Korupsi Proyek NTT Fair Terang Benderang

POS-KUPANG.COM | KUPANG — Kasus Korupsi NTT Fair memasuki babak baru. Pada Kamis (13/6/2019) Kejaksaan Tinggi NTT menetapkan enam tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara Rp 6 miliar lebih.

Mereka kemudian diperiksa pertama kalinya dalam kapasitas sebagai tersangka pada Senin (17/6/2019) sejak pukul 14.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

• Kuasa Hukum Jokowi-Maruf Sebut Pihak Prabowo Menentang Perintah Majelis Hakim MK, Ini Faktanya

Pengacara salah satu tersangka, BY, Fransisco Besi SH mengungkapkan sikap untuk mendukung langkah Kejati mengungkap terang benderang semua pihak yang terlibat.

Ia mengatakan bahwa kasus mega proyek NTT fair ini bukanlah kasus sederhana sebagaimana halnya kasus korupsi lainnya semisal dana desa. Sehingga mempertaruhkan profesionalisme penyidik dalam menangani kasus ini.

• BREAKING NEWS: Kasus Korupsi NTT Fair, Pengacara Tersangka Minta Jaksa Tak Tebang Pilih

"Saya yakin, kita harus dukung Kejati membuka seterang terangnya. Jangan sampai hanya panas di awal, tapi kita tidak lihat hasil akhirnya. Kita tahu arah dari NTT fair, apakah hanya berhenti di enam orang ini atau ada pihak lain," ungkapnya.

"Kalau hanya berhenti di enam orang berarti terlalu sederhana, bukan kasus besar seperti yang diteriakan. Itulah profesional dari penyidik saja," tambahnya.

Kliennya, ungkap Fransisco, kooperatif mengikuti semua tahapan dan prosedur hukum yang berjalan. Ia mengatakan, dalam pemeriksaan semuanya telah terang benderang dan pihaknya tidak akan menghalangi apapun.

"Kita ikuti semua prosedur karena semuanya telah terang benderang dalam pemeriksaan karena kami tidak akan menghalangi apapun, memohon kitanya dipercepat," tambahnya.

Dalam pemeriksaan hari ini, katanya, penyidik lebih mendalami peran masing masing tersangka dalam kasus tersebut, kliennya yang merupakan pemilik bendera PT Desakon yang menjadi konsultan proyek.

Ia juga mengatakan bahwa, pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan kliennya secara resmi kepada Kejati pada Senin pagi. Harapannya bisa dialihkan menjadi tahanan kota.

'Khusus untuk klien saya BY, hari ini secara resmi ajukan penangguhan penahanan dengan jaminan isterinya, atas nama Alin Yusuf. Harapannya bisa dialihkan ke tahanan kota," pungkas Fransisco. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

POS KUPANG

Show More

Related Articles

Close