Bali Nustra

Anggaran Pra PON 2019 Masih Kurang Rp18 Miliar

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-KUPANG-KONI NTT melakukan pertemuan dengan pimpinan DPRD NTT dan jajaran Komisi V DPRD NTT guna membahas kekurangan anggaran Pra PON 2020.

Pertemuan ini dilakukan karena Forum Rapat Koordinasi Teknis KONI NTT merekomendasikan para Pengurus KONI NTT untuk membicarakan kekurangan anggaran ini dengan Pemprov NTT dan juga DPRD NTT sebagai lembaga yang punya hak anggaran.

Pada Oktober 2018 lalu, KONI NTT sudah mengajukan proposal/RAB kepada Gubernur NTT, DPRD NTT, dan Sekda NTT/TAPD NTT dengan besaran anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp30.330.000.000.

Rinciannya, Rp23.502.500.000 untuk kegiatan Pra PON XX/2020. Rp4.227.500.000 untuk kegiatan rutin dan organisasi/prestasi cabor dan Rp2.600.000.000 untuk rehab gedung KONI NTT.

• Persib Bandung B Belum Bisa di Liga 2 2019 meski Resmi Akuisisi Blitar United, Ini Alasannya

Dari proposal yang diajukan KONI NTT ini, Pemprov NTT baru mencairkan dana sebesar Rp5.000.000.000 dan dana ini sudah dimanfaatkan untuk pembinaan 29 cabor yang ada di NTT bukan hanya 14 cabor yang mengikuti Pra PON 2020.

Dengan demikian, khusus untuk persiapan Pra PON 2020, KONI NTT masih mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp18.502.500.000.

"Itu semua (dana Rp5 milyar), kami sudah bagi dan hampir terbagi habis. Sehingga kami masih alami kendala berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Sumber satu-satunya penerimaan KONI Ini hanya dari APBD," kata Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh di hadapan Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno dan jajaran Komisi V DPRD NTT di Ruang Rapat DPRD NTT, Rabu (12/6/2019)

Kendala dana ini, lanjutnya, juga jadi faktor sulitnya mengembangkan olahraga secara optimal di NTT.

Dia berharap Perda Olahraga yang sudah berlaku di NTT juga bisa jadi salah satu solusi kesulitan anggaran yang ada.

Pada kesempatan itu, mantan Kadis PUPR NTT itu juga membeberkan aspirasi forum Rapat Anggota KONI NTT 16-17 Mei 2019 soal rencana Pemprov NTT mencalonkan diri sebagai tuan rumah PON XXII/2028.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno, mengatakan momen Pra PON 2020 ini merupakan peluang untuk meningkatkan prestasi olahraga dan juga sekaligus tantangan untuk mengembangkan olahraga di NTT.

Pada prinsipnya, kata Anwar, DPRD NTT mendukung kebutuhan KONI NTT.
"Dari 47 cabor di PON nanti kita hanya ikut 14. Kalau dari 14 itu dengan alokasi anggaran yang diajukan kita tidak peduli juga, itu namanya 'terlalu'. Kita terus mendukung demi nama besar NTT. Tentu ada mekanisme. Sesuai dengan pengajuan KONI tentu dari APBD perubahan. Tapi APBD perubahan itu pemerintah ajukan sekitar bulan Juli," paparnya.

• Blanko E KTP Dukcapil Kota Kupang Sisa 30 yang Antre Ribuan

"Lebih bagus kalau pemerintah juga mengajukan dalam perubahan itu."
Untuk diketahui, perhelatan Pra PON 2020 dilakukan di sepanjang tahun 2019 di tempat dan waktu yang berbeda sesuai kebijakan masing-masing pengurus cabang olahraga. KONI NTT sudah bertekad untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet ke PON XX/2020 di Papua.

Hadir dalam rapat itu juga Wakil Ketua KONI NTT, Umbu Saga Anakaka, jajaran pengurus KONI NTT, di antaranya dr Christian Widodo, Edu Setty dan Johni Kiuk, Wakil Ketua DPRD NTT, Alex Ofong, Ketua KOmisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto jajaran Komisi V di antaranya Winston Rondo, dan Veronika Bantang. (*)

POS KUPANG

Show More

Related Articles

Close