Sulawesi

Maqbul Halim Divonis 8 Bulan Penjara

hasan/tribun-timur.comKuasa hukum Maqbul Halim, Zulkifli Hasanuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Maqbul Halim divonis delapan bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar yang diketuai oleh Basuki Wiyono.

Maqbul dinyatakan terbukti bersalah atas kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, penghinaan dan atau pencemaran nama baik di media sosial (medsos).

Putusan ini dibenarkan kuasa hukum terdakwa, Zulkifli Hasanuddin. Dikatakannya, hukuman itu diputus oleh hakim Pengadilan Negeri Makassar pada Senin 6 Mei 2019 lalu.

"Terdakwa divonis delapan bulan penjara," kata Zulkifli Hasanuddin kepada Tribun, Kamis (17/05/2019) sore.

Selain pidana penjara, terdakwa juga didenda Rp 10.000.000, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama satu bulan.

Putusan ini dijatuhkan atas beberapa pertimbangan. Yaitu, terdakwa selama pemeriksaan di persidangan tidak menemukan adanya alasan pemaaf yang dapat menghapus kesalahan terdakwa, maupun alasan pembenar yang dapat menghapus sifat melawan
hukum perbuatan terdakwa.

Sehingga terdakwa dipandang mampu bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut, oleh karenanya terhadap diri terdakwa haruslah dinyatakan bersalah serta dijatuhi pidana.

Dalam perkara ini terhadap diri terdakwa telah dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan
dan penahanan terdakwa tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Adapun pertimbangan yang memberatkan terdakwa adalah merugikan saksi korban HM Aksa Mahmud secara psikis. Sementara keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Maqbul Halim terseret dalam kasus ini pada saat dirinya menjabat Panglima Squadron pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) di Pilwali 2018.

Statusnya di media sosial yang menyinggung HM Aksa Mahmud, dilaporkan oleh kuasa hukum Aksa Mahmud, Jhon Ardiansyah dan Mukhtar Juma.

Maqbul Halim dipolisikan lantaran sikap dan perilakunya dianggap telah melewati batas kewajaran, bahkan mengarah ke unsur fitnah.

Hal itu termasuk diduga sengaja melakukan ujaran kebencian pada tokoh-tokoh nasional asal Sulsel di media sosial.

Dalam ciutannya di media sosial, Maqbul mengaitkan Pilkada Makassar dengan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, pengusaha nasional HM Aksa Mahmud dan mantan Wakapolri Komjen Syafruddin.

Maqbul juga menyingkat nama Appi Cicu menjadi Acu. Dia lalu menulis Acu yang menjadi lawan Danny Pomanto ini didukung Wapres HM Jusuf Kalla dan Aksa Mahmud. (San)

TRIBUN

Show More

Related Articles

Close