Nasional

Mengenal Bulu Tangkis Gaya Baru BWF, AirBadminton

JawaPos.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terus mengembangkan bulu tangkis untuk menjadi olahraga yang tidak bisa lagi dibatasi oleh ruang. Setelah melakukan pengembangan selama 5 tahun, BWF akhirnya memperkenalkan olahraga bulu tangkis gaya baru mereka: AirBadminton.

Secara sederhana, AirBadminton adalah sub-cabang olahraga bulu tangkis yang nantinya tidak akan dimainkan di dalam ruangan alias indoor, melainkan outdoor. Para pemainnya nanti tidak perlu repot mencari maupun menyewa lapangan khusus karena olahraga ini bisa dimainkan di lapangan terbuka tanpa perlu khawatir laju kok terhambat angin.

Agar bisa dimainkan dengan leluasa, BWF pun menciptakan kok khusus untuk olahraga ini. Bentuk kok AirBadminton yang disebut AirShuttle ini punya perbedaan yang sangat mencolok dengan kok biasa, yakni mereka tidak menggunakan bulu apapun.

AirShuttle, kok yang digunakan dalam olahraga AirBadminton. (bwfbadminton.com)

BWF meyakini, AirShuttle didesain sedemikian rupa sehingga memiliki ketahanan angin, kekuatan, dan kestabilan yang lebih baik dari kok konvensional.

Presiden BWF Poul Erik Hoyer dalam situs resmi BWF menuturkan bahwa ia percaya AirBadminton bisa menjadi olahraga yang sangat merakyat dan bisa menjaring peminat bulu tangkis lebih banyak lagi. Hoyer mengatakan, AirBadminton diciptakan untuk mempermudah orang-orang yang ingin menekuni bulu tangkis.

“Olahraga ini akan membuat lebih banyak lagi orang di seluruh dunia yang tertarik dengan bulu tangkis. Mereka bisa memainkannya di manapun tanpa perlu mencari arena khusus,” ujar peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 asal Denmark tersebut.

Beberapa nama tenar sudah mendapat keistimewaan untuk menjajal AirBadminton. Beberapa diantaranya adalah mantan pebulu tangkis putra andalan Tiongkok Dong Jiong, pemain ganda putri peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 Yang Wei, juara dunia 2009 Lu Lan, dan juara dunia 2010 Chen Jin.

“AirBadminton adalah inovasi yang sangat menarik. Saya yakin olahraga ini bisa segera populer dengan cepat di Tiongkok. Teman-teman kita yang menyandang disabilitas juga bisa menikmati olahraga ini,” ujar Jiong.

SUMBER

Show More

Related Articles

Close