Luar Negeri

15 diplomat muda berbagai negara akan pelajari Indonesia

15 diplomat muda berbagai negara akan pelajari Indonesia

Jumat, 3 Mei 2019 16:41 WIB

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Azis Nurwahyudi memberikan informasi mengenai program kunjungan diplomat asing di Jakarta, Jumat. (ANTARA News/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 15 diplomat muda dari berbagai negara akan berkunjung dan mempelajari Indonesia melalui program Fellowship for Future Ambassadors yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI.
Program ini diperuntukkan bagi para diplomat asing yang menangani urusan mengenai Indonesia, agar dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai Indonesia.
“Banyak teman-teman diplomat asing yang menangani Indonesia, tetapi mereka hanya bekerja di belakang meja, membaca dan mendengar informasi tentang Indonesia, tetapi tidak mempunyai pengalaman mengunjungi Indonesia,” kata Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Azis Nurwahyudi di Jakarta, Jumat.
Tahun ini sebanyak 15 diplomat muda dari Kosta Rika, Kolombia, Peru, Irlandia, Norwegia, Ukraina, Nauru, Tuvalu, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Nepal, Timor Leste, Filipina, Mesir, dan Mozambik akan berpartisipasi dalam program yang dimulai pada 15 Juni 2019.
Di Jakarta, para diplomat muda tersebut akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan beberapa pejabat di Kementerian BUMN untuk menyiapkan kunjungan mereka ke PT PAL dan pabrik PT Semen Gresik di Surabaya.
Setelah itu, mereka akan diberangkatkan ke Yogyakarta untuk mempelajari budaya setempat, termasuk kesempatan bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono X dan berdiskusi dengan para mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selanjutnya, para diplomat muda tersebut akan menuju Bali untuk berdiskusi dengan Institute for Peace and Democracy kemudian mengunjungi Desa Penglipuran, yang merupakan salah satu di antara tiga desa terbersih dunia selain yang terdapat di Belanda dan India.
Di desa tersebut, mereka juga akan mempelajari upaya pengelolaan desa dan ekonomi kreatif yang menghidupi warga Desa Penglipuran.
“Berbagai kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan lebih utuh mengenai Indonesia, sehingga para diplomat asing ini bisa memberikan masukan kepada pemerintahnya untuk pengambilan kebijakan yang menyangkut Indonesia,” ujar Azis.
Program Fellowship for Future Ambassadors pertama kali dilaksanakan pada 2018 dengan peserta 10 diplomat muda dari berbagai negara.
Baca juga: Calon diplomat muda difasilitasi lakukan simulasi sidang PBB
Baca juga: Jokowi bincang santai dengan diplomat muda Indonesia di kantin
Baca juga: Gerak diplomat muda Pemerintahan Jokowi-JK bela Papua

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • TAGS:
  • diplomat muda
  • Fellowship for Future Ambassadors
  • kemlu ri

Berita Terkait

Desainer muda luncurkan busana khas Melayu

3 Mei 2019 19:41

Optimistis melaju ke Senayan, Rano Karno siapkan program "I-Pop"

3 Mei 2019 19:00

Relawan Prabowo laporkan kesalahan input data Situng ke Bawaslu

3 Mei 2019 18:58

Kemlu beri kesempatan 10 pemuda berprestasi kunjungi Amerika

3 Mei 2019 16:33

Kemenpora gandeng BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan atlet

3 Mei 2019 15:26

Penghitungan Pilpres Situng KPU cakup 96.847.684 suara pemilih

3 Mei 2019 12:42

Peringati Hardiknas pelajar di perbatasan dilatih kedisiplinan

3 Mei 2019 05:06

Sosialisasi bela negara diberikan kepada pelajar di perbatasan RI-PNG

2 Mei 2019 22:15

Mardani H Maming; Sosok muda inspiratif peduli pendidikan

2 Mei 2019 20:50

LSM desak Kemlu data para pekerja migran ilegal di luar negeri

2 Mei 2019 17:32

Militansi anak muda di balik Situng KPU

2 Mei 2019 15:27

Djibouti dorong Indonesia tingkatkan program pelatihan perikanan

2 Mei 2019 12:17

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close