Luar Negeri

Parlemen Mesir gelar pemungutan suara usulan amendemen UUD

Parlemen Mesir gelar pemungutan suara usulan amendemen UUD

Senin, 15 April 2019 12:54 WIB

Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi berbicara saat upacara pelantikan dirinya untuk masa jabatan yang kedua, di Dewan Perwakilan Rakyat di Kairo, Mesir, Sabtu (2/6/2018). (The Egyptian Presidency/Handout via REUTERS)

Kairo (ANTARA) – Parlemen Mesir akan menggelar pemungutan suara tentang amendemen konstitusi atau Undang-Undang Dasar (UUD) negara itu pada Selasa, termasuk mengenai perpanjangan masa jabatan empat tahun Presiden Abdel Fattah al-Sisi saat ini, kata ketua DPR, Ali Abdelaal, Minggu.
Usulan amendemen UUD itu termasuk rencana untuk membolehkan Sisi menjalani dua masa jabatan enam tahun barunya, setelah masa jabatan saat ini berakhir pada 2022.
Namun menurut rancangan terbaru yang dilihat oleh Reuters, amendemen terbaru itu akan memungkinkan Sisi tetap berkuasa hingga 2030, dengan memperpanjang masa jabatannya saat ini selama dua tahun lagi dan memungkinkan ia untuk mencalonkan kembali pada 2024.
Stasiun TV pada Minggu melaporkan bahwa komite legislatif parlemen telah menyetujui amendemen tersebut. Mereka juga siap untuk menggelar pemungutan suara di Dewan pada Selasa.
Abdelaal menuturkan perubahan tersebut merupakan hasil diskusi sipil yang diselenggarakan oleh parlemen guna mendengar berbagai sudut pandang mengenai usulan amendemen.
Jika pada Selasa disepakati parlemen, amendemen itu akan dimasukkan ke referendum publik, yang diharapkan akhir bulan ini, sebelum diberlakukan, kata Abdelaal. Pendukung Sisi, mendominasi majelis yang beranggotakan 596 orang.
Perubahan usulan tersebut juga menyerukan dibentuknya kamar parlemen kedua yang disebut Senat, yang terdiri atas 180 anggota, dan memberikan kekuasan baru kepada presiden atas penunjukkan hakim dan jaksa.
Mereka juga merevisi pasal 200 untuk menambahkan bahwa tugas militer adalah melindungi "konstitusi dan demokrasi serta susunan fundamental negara dan watak sipilnya."
Beberapa kritikus khawatir bahwa perubahan tersebut dapat memberi militer pengaruh lebih dalam kehidupan politik di Mesir.
Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • TAGS:
  • Mesir
  • AbdelFattahal-Sisi
  • Amendemen

Berita Terkait

Lebih dari 7.000 WNI di Mesir lakukan pencoblosan di KBRI Kairo

13 April 2019 18:12

Mesir keluar dari koalisi keamanan anti-Iran pimpinan AS

11 April 2019 08:46

PPLN Mesir gelar doa bersama dan pembacaan ikrar pemilu damai

10 April 2019 14:21

Pendistribusian formulir C6 di Mesir telah capai 87 persen

10 April 2019 13:43

Serangan bom di Sinai utara tewaskan 4 polisi, 3 sipil

10 April 2019 04:22

Diplomasi dagang untuk sawit Indonesia ditingkatkan di Mesir

9 April 2019 18:51

Mesir ungkap mumi berumur 2.500 tahun di makam terlantar

8 April 2019 19:50

Makam Tutu, Situs pemakaman kuno Mesir, baru ditemukan arkeolog

6 April 2019 11:12

Tiga puluh orang dihukum karena rencanakan serangan ke gereja di Mesir

30 Maret 2019 21:22

Mesir bebaskan pegiat terkenal setelah ditahan lima tahun

29 Maret 2019 19:50

Mesir pandang Dataran Tinggi Golan sebagai tanah Suriah yang diduduki

22 Maret 2019 20:25

Fokus sawit, Indonesia-Mesir bukukan kontrak dagang 130 juta dolar

14 Maret 2019 20:30

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close