Nah Ini Dia

Sembilan Bulan Kontrak Rumah Demi Koalisi Kenikmatan

Home Nah Ini Dia

Sembilan Bulan Kontrak Rumah Demi Koalisi Kenikmatan

Minggu, 14 April 2019 — 7:15 WIB

PIL ataupun WIL memang proyek padat modal. Maka demi menekan anggaran, pasangan mesum Ridwan, 40, – Sainah, 38, sengaja kontrak rumah. Rumah itu hanya ditempati siang hari beberapa jam, sekedar untuk membangun koalisi kenikmatan. Tapi akhirnya digerebek warga, dan mereka didenda setor 100 sak semen.

Kebanyakan PIL-WIL menempatkan hotel dan losmen sebagai ruang UGDS (Unit Gawat Darurat Syahwat). Tapi itu kalau dana berlebih. Ketika kebutuhan bonggol kurang didukung benggol, harus dicari terobosan kebijakan. Karenanya kemudian ada juga pasangan mesum yang sengaja kontrak rumah meski hanya untuk kebutuhan insidentil. Katanya, itu lebih ekonomis. Hotel sekali cek in bisa Rp 300-Rp 500 ribu. Tapi rumah kontrakan Rp 1 juta bisa untuk sebulan.

Pasangan mesum Ridwan – Sainah dari Kabupaten Limapuluh Kota (Sumbar), ternyata juga memiliki pertimbangan seperti itu. Jika di hotel, di samping mahal juga rawan bisa kepergok kenalan. Beda dengan rumah kontrakan, di samping lebih murah, asal tempatnya nylempit (mencil) relatif bisa lebih aman. Dan memang, urusan barang yang nyempil seperti itu tidak perlu publikasi.

Ridwan-Sainah disebut pasangan mesum, karena mereka memang bukan suami istri. Tambah konyol lagi, baik Ridwan maupun Sainah masih punya pasangan sendiri-sendiri. Cuma karena setiap hari hanya ketemu lontong sayur dan rendang, lama-lama jenuh juga. Keduanya menginginkan menu lain yang bikin greng…..dan menambah gairah.

Mereka kenal setahun lalu, ternyata sama-sama cocok. Awalnya koalisi kenikmatan Ridwan-Sainah dilakukan di hotel, seminggu sekali. Tapi lama-lama dipikir boros juga. Maka untuk menekan anggaran, keduanya sepakat kontrak rumah di Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Di tempat ini mereka bebas cek in dan cek out kapan saja.

Tapi karena mereka juga punya pasangan di rumah masing-masing, mereka hanya cek in di rumah itu barang dua jam sehari, itupun di siang hari. Itupun sering hanya duduk-duduk. Sebab membangun koalisi kenikmatan setiap hari, bisa putus punya pinggang.

Lama-lama warga curiga juga, masak tinggal di rumah kontrakan 9 bulan kok hanya jam-jaman saja, dan di siang hari melulu. Mereka lalu bermusyawaroh dengan Pak RT, atas kecurigaan itu. Seperti serba kebetulan, adik ipar Sainah juga melapor ke Pak RT tentang kelakuan istri dari pada kakaknya itu. “Oke kalau begitu, kita gerebek bersama.” Kata pak RT.

Benar saja, saat digedor-gedor pintunya, Ridwan-Sainah keluar dengan pakaian awut-awutan, sampai salah kancing baju. Pak RT pun minta lagi surat nikah yang pernah ditunjukkan dulu. Ternyata memang Ridwan bukan suami Sainah, hanya mirip tongkrongannya. Nggak tahu soal “tangkringan”-nya.

Kesaksian adik iparnya tak lagi bisa dibantah Sainah. Maka Pak RT kemudian memberikan sanksi adat, yakni setor semen isi 50 Kg sebanyak 100 sak. Namun demikian bukan berarti skandalnya selesai begitu saja, keduanya juga diserahkan ke Polsek Payakumbuh.

Pusing Ridwan, habis kasih “semen” pada Sainah, kena denda 100 sak semen. (*/Gunarso TS)

Tags
Show More

Related Articles

Close