Nah Ini Dia

Berani Selingkuh Poliandri Akhirnya Malah Membunuh

Home Nah Ini Dia

Berani Selingkuh Poliandri Akhirnya Malah Membunuh

Kamis, 4 April 2019 — 7:59 WIB

ADA Ayu Poliandri, kini ada pula selingkuh poliandri. Praktisinya, Ny. Rohayani, 45, warga Sumedang (Jabar). Meski punya suami, dia masih juga punya dua PIL sekaligus. Gara-gara diancam oleh Nursal, 44, PIL pertama, Rohayani tega jadi otak pembunuhan dengan peralat Manurung, 48, PIL kedua. Benar-benar tragis!

Punya PIL itu enak kali, ya? Soalnya, punya PIL satu saja sudah bikin konflik harizontal, kini ada pula perempuan gatel punya PIL sampai dua. Agaknya ini perempuan tak mau kalah dengan Ayu yang poliandri dengan lelaki Bali. Yang susah membayangkannya, bagaimana dia mengatur jadwal melayani 3 lelaki sekaligus. Ya suami sendiri yang definitip, ya PIL kedua dan PIL pertama.

Perempuan super gatel ini adalah Ny. Rohayani warga Sumedang. Di rumah sudah ada suami yang mampu memberikan kasih sayang setiap saat. Tapi emak-emak satu ini rupanya menganggap cinta itu bak sembako saja, bisa dibagi-bagi ke mana suka. Berkat main WA, Rohayani dapat gebedan baru dari Rancaekek Bandung, namanya Nursal. Lewat HP canggihnya dia sering kirim foto bugilnya kepada Nursal.

Tapi meski sudah punya 1 PIL dan 1 suami, gatelnya Rohayani tak sembuh juga meski sudah dioles obat gatal. Emak-emak militan ini masih cari gebedan lagi dan ketemu Manurung warga Jakarta. Seperti halnya dengan Nursal, Rohayani juga rajin kirim foto bugilnya.

Demikianlah, terlalu sering kirim foto bugil kepada kedua PIL-nya, sekali waktu Rohayani menyebut nama Nursal sebagai Manurung. Keruan saja Nursal jadi tahu bahwa Rohayani punya PIL yang lain. Dia marah besar, kok kayak Capres saja, ada No. 01 ada pula No. 02. Lalu kapan debatnya, wong selama ini Nursal tak pernah dipertemukan dengan Manurung. Memangnya KPU mau ngurusin beginian?

“Kurang ajar kamu! PIL saja kamu poliandri, awas foto bugilmu akan saya unggah ke medsos!” ancam Nursal. Mendengar ancaman Nursal, Rohayani jadi gelisah, takut skandalnya jadi konsumsi publik. Bagaimana gambar dirinya yang polos bak singkong siap rebus jadi tontonan orang. Lalu bagaimana pula reaksi suaminya nanti.

Rohayani lalu curhat pada PIL No. 02. Kebetulan Manurung orangnya juga gampang emosian. Doinya diancam PIL No. 01, dia ikut tersinggung. Keduanya lalu bersepakat memberi pelajaran pada Nursal. Bukan mau diberi buku-buku, tapi maksudnya, mau digebuki ramai-ramai. “Belum tahu siapa gua dia,” ancam Manurung.

Dengan mengajak dua temannya selaku Timses, Nursal PIL No. 01 itu dipancing ke Jakarta. Baru turun bus di Kampung Rambutan langsung dibawa ke tempat sepi dan dihajar. Tapi rupanya cara menghajarnya over dosis, sehingga Nursal sampai koma. Dengan mobil dibuang ke daerah Tanjungmedar, Sumedang.

Untung ada warga yang segera menolong Nursal dan dilarikan ke RS. Tapi beberapa hari kemudian meninggal. Sebelumnya dia sempat cerita siapa pelakunya, sehingga polisi lebih mudah mengusutnya. Akhirnya Rohayani dan PIL No. 02 itu dirangket polisi, termasuk dua orang timsesnya.

Timses kok soal pembunuhan, hadiahnya ya penjaralah. (Gunarso TS)

Baca Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button