Nah Ini Dia

Mengubah Kemungkaran Bini Kok Dengan Cara Bunuh Diri

Home Nah Ini Dia

Mengubah Kemungkaran Bini Kok Dengan Cara Bunuh Diri

Minggu, 17 Februari 2019 — 7:15 WIB

JADI suami terlalu cengeng, ya Mardanus, 47, ini. Mengubah kemunkaran istri yang doyan selingkuh kok pakai bunuh diri, yang rugi justru diri sendiri. Tapi begitulah nasib lelaki dari Yogya ini. Sebab setelah dia tiada, ada kemungkinan Ny. Purwanti, 40, malah bikin tagar: # April 2019 ganti suami. Enak di dia, kan?

Hadits Nabi mengatakan, jika melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangan. Jika tak mampu, ubahlah dengan mulut. Jika tak mampu juga, ubahlah dengan hati. Itu sesungguhhnya selemah-lemahnya iman. Intinya, setiap melihat kemungkaran wajib mencegahnya, sesuai dengan kemampuan. Jika pakai tangan dan mulut tak bisa, ya didoakan saja.

Mardanus warga Depok, Kabupaten Sleman DIY, belakangan dalam kondisi terjepit. Bukan terjepit pager atau pintu, tapi terjepit oleh kelakuan istrinya, Purwanti. Bagaimana tidak terjepit, istrinya ini doyan banget sama yang namanya selingkuh. Bila ditegur, malah menantang cerai. “Ceraikan saja aku, begitu saja kok repot,” kata Purwanti, niru-niru almarhum Gus Dur.

Jika mengikuti emosi, ingin memang Mardanus mentalak istrinya langsung tiga. Tapi dia ingat pada anak-anaknya. Mereka akan jadi korban, dan pasti kebingungan. Ikut ibu, ketemu ayah tiri. Ikut ayah, ketemu ibu tiri. Padahal, sekarang yang kejam bukan saja ibu tiri. Bapak tiri juga sadisnya minta ampun. Baru-baru ini bapak tiri banting balita bawaan istri sampai tewas.

Purwanti doyan selingkuh juga bukan tanpa sebab. Soal benggol, cukuplah bersama Mardanus. Tapi masalah bonggol, ini yang sering kagol (kecewa). Suami kurang bisa memuaskan di atas ranjang pertempuran. Mardanus sering keburu lempar handuk sebelum ronde-ronde dijalani. Tentu saja Purwanti yang masih muda dan enerjik jadi uring-uringan, karena gairahnya tak pernah terlampiaskan secara optimal.

Sejak itu Purwanti mencari tokoh alternatif, yang tongkrongan dan tangkringan berbanding lurus. Tapi itu tidak selalu terpuaskan, mungkin karena postur tubuh Purwanti sendiri yang “mbongkok udang”. Walhasil PIL-nya selalu berganti-ganti. Minggu lalu Yasid, besoknya lagi Husin. Minggu depannya lagi sama Faldo, besoknya lagi dengan Maldini.

Tentu saja Mardanus malu. Malu sama tetangga, malu sama keluarga berikut jajarannya. Sebab dianggap dia tak bisa mengurus istri. Saking kesalnya, Mardanus sampai pernah mengancam, “Yen ora bisa dikandhani, ya wis aku tak mati waelah (jika tak bisa dinasihati, ya sudah biar saya mati saja).” Tapi apa jawab Purwanti? Dengan entengnya dia bilang, “Arep mati ya matiya dhewe, ora usah pamitan barang (mau mati ya mati saja sendiri, tak usah pamitan segala).

Kalau merujuk pada hadits Nabi di atas, gagal mengubah kemunkaran istri pakai tangan dan mulut, mestinya tinggal dicegah lewat doa. Tapi Mardanus yang taunya doa hanya “mbah semelah”, sejak itu malah banyak bengong dan menyendiri. Ujung-ujungnya, beberapa hari lalu dia ditemukan gantung diri di blandar rumah. Di dekatnya ditemukan secarik kertas berbunyi, “Pur, wis kono diterus-teruske anggonmu demen slingkuh, aku titip bocah-bocah (teruskan saja hobi selingkuhmu, aku titip anak-anak).”

Polisi segera turun tangan. Berdasarkan penyelidikan, murni Mardanus bunuh diri, sebab tak ada tanda-tanda penganiayaan. Tapi meski suami sudah menempuh jalan pintas nan tragis, sepertinya Purwanti santai-santai saja. Jangan-jangan karena sudah siap dengan suami barunya.

Pokoknya, #April 2019 ganti suami! (Gunarso TS)

Tag
Show More

Related Articles

Close