Luar Negeri

Senator AS kecam program dokter Kuba

Senator AS kecam program dokter Kuba

Sabtu, 12 Januari 2019 09:08 WIB

Bendera Kuba. (MaxPixel)

Washington, (ANTARA News) – Program pengiriman dokter Kuba ke penjuru dunia dapat dianggap sebagai penyelundupan manusia, demikian resolusi yang diajukan ke Senat Amerika Serikat, Kamis.
Resolusi itu secara khusus berbicara tentang 8.300 pekerja medis yang ditempatkan di Brazil di bawah kontrak dengan pemerintah Kuba baru-baru ini.
Para pekerja medis tersebut kemudian ditarik kembali oleh Kuba setelah negara itu menuai kritikan dari presiden baru Brazil Jair Bolsonaro, yang menyebut mereka "buruh budak".
Bolsonaro keberatan dengan langkah pemerintah Kuba, yang menahan sebagian besar gaji para dokter serta tidak mengizinkan mereka membawa keluargannya saat bertugas.
Kuba memiliki layanan kesehatan terpandang dan sebagian besar pendapatan ekspornya berasal dari pengiriman lebih dari 50.000 pekerja kesehatan ke lebih dari 60 negara.
Baca juga: Miguel Diaz-Canel janji lanjutkan "revolusi" Kuba
Baca juga: Putra sulung Fidel Castro bunuh diri
Resolusi itu, yang diajukan oleh anggota Senat dari Partai Demokrat asal Negara Bagian New Jersey Bob Menendez, dan dari Partai Republik asal negara bagian Florida Marco Rubio, sebagian besar bersifat simbolis, yang bertujuan menyoroti masalah itu tanpa memberikan hukuman.
"Informasi terbaru dari Brazil menunjukkan bagaimana pemerintah Kuba memperoleh keuntungan dari misi medis luar negeri yang disponsori negara, yang mereka jual sebagai diplomasi medis namun lebih seperti kontrak perbudakan," kata Menedez dalam sebuah pernyataan.
Para dokter Kuba di Brazil menghadapi pilihan mengerikan, antara mengajukan status pengungsi di negera setempat dan meninggalkan keluarga mereka atau bertahan dalam pekerjaan yang sebagian besar dari mereka menyebutnya perbudakan.
Hubungan AS dan Kuba mengalami kerenggangan sejak mendiang pemimpin Fidel Castro mengambil alih kekuasaan dalam revolusi 1959.
Meskipun AS telah memulihkan hubungan diplomatik dengan negara Karibia itu pada 2015, sebagian besar embargo ekonominya masih diterapkan di sana.
"Ini keterlaluan, meskipun tidak mengejutkan, bahwa kediktaktoran Kuba melanjutkan manipulasi dan perdagangan dokter untuk memperkaya mereka sendiri," kata Rubio dalam sebuah pernyataan.
"Kita harus bangkit melawan skema perbudakan modern rezim dan mendukung upaya para dokter untuk memperoleh keadilan setelah melayani hal yang disebut misi medis internasional."
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • TAGS:
  • Senator
  • AS
  • Kuba

Berita Terkait

Pembuat pizza Turki diberi penghargaan karena jadi imigran yang berhasil

12 Januari 2019 10:07

AS relokasi suku pribumi yang terdampak erosi

12 Januari 2019 09:05

Perayaan 60 Tahun Revolusi Kuba kenang persahabatan Soekarno-Castro

11 Januari 2019 23:43

Presiden Turki: akhir organisasi teror FETO "sudah dekat"

10 Januari 2019 13:33

AS-Israel sampaikan keprihatinan mengenai perusahaan telekomunikasi China

10 Januari 2019 13:22

Gedung Putih: Presiden Erdogan undang Trump kunjungi Turki tahun 2019

26 Desember 2018 08:29

Komandan AL: Iran takkan izinkan kapal induk AS dekati perairan wilayah

26 Desember 2018 08:16

Belanda khawatirkan rencana AS tarik pasukan dari Suriah, Afghanistan

22 Desember 2018 08:15

Menlu Turki sambut baik keputusan penarikanAS dari Suriah

22 Desember 2018 08:07

Pentagon mengaku danai program perburuan UFO

17 Januari 2008 22:21

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close