Luar Negeri

AS relokasi suku pribumi yang terdampak erosi

AS relokasi suku pribumi yang terdampak erosi

Sabtu, 12 Januari 2019 09:05 WIB

Ilustrasi Peta Amerika Serikat (Istimewa)

New York, (ANTARA News) – Sejumlah kecil suku pribumi Amerika di Louisiana, Amerika Serikat, yang lahan mereka nyaris hilang ditelan laut semakin dekat untuk direlokasi ke wilayah yang lebih ke dalam, Kamis.
Proses itu berjalan setelah pemerintah membeli lahan baru untuk relokasi tersebut, upaya pertama dari semacamnya untuk proyek semacam itu.
Lahan pertanian seluas 208 hektare akan disediakan untuk Suku Biloxi-Chitimacha-Choctaw dan penduduk lain di Isle de Jean Charles setelah desa mereka hampir hilang akibat erosi dan kenaikan permukaan air laut.
"Saya senang bahwa akhirnya, setelah tiga tahun, kami diberikan hunian," kata Chantel Comardelle, Sekretaris Eksekutif Suku Biloxi-Chitimacha-Choctaw, pada Kamis.
Isle de Jean Charles adalah pulau kecil yang memanjang di pesisir selatan Louisiana dan menjadi tempat tinggal bagi Suku Indian Biloxi-Chitimacha-Choctaw sejak mereka mengungsi ke sana pada awal Abad Ke-19.
Namun sejak 1950-an, pulau itu kehilangan 98 persen massanya. Populuasinya juga anjlok dari 400 warga menjadi sekitar belasan keluarga, kata pejabat.
Penelitian Survey US Geology mengatakan bahwa wilayah tenggara Louisiana kehilangan lahan gambut seluas satu lapangan sepak bola setiap jamnya, kata Reuters.
Pat Forbes, pejabat negara bagian Louisiana yang menangani pembelian lahan, mengatakan dia berharap upaya pertama dalam sejarah AS untuk memindahkan semua masyarakat yang kehilangan rumah akibat kenaikan permukaan air laut tersebut akan menjadi cetak biru bagi generasi mendatang.
"Banyak orang (di penjuru dunia) merenungkan pemindahan komunitas yang terdampak kenaikan permukaan air laut," katanya kepada Thomson Reuters Foundation melalui sambungan telepon.
Lokasi baru itu, yang dibeli dengan dana hampir 12 juta dolar AS (sekitar Rp168,7 miliar), dipilih karena rawa dan gambutnya akan menjaga ikatan sejarah masyarakat tersebut dengan air dan tradisi nelayan tetap bertahan, kata Forbes.
Relokasi itu memicu emosi saat penduduk di Isle de Jean Charles meninggalkan pemakaman leluhurnya dan cara hidup mereka.
Dua upaya sebelumnya untuk merelokasi warga desa itu mengalami kegagalan, kata Forbes. "Kami berharap lahan yang telah kami beli bisa membangkitkan rasa percaya diri mereka." Pemerintah berharap dapat melakukan peletakan batu pertama di tahun ini.
"Saya senang akhirnya ada yang diselesaikan," kata Comardelle.
Penyunting: I Wayan Yoga H

Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • TAGS:
  • AS
  • Suku Pribumi
  • Erosi

Berita Terkait

Pembuat pizza Turki diberi penghargaan karena jadi imigran yang berhasil

12 Januari 2019 10:07

Senator AS kecam program dokter Kuba

12 Januari 2019 09:08

Presiden Turki: akhir organisasi teror FETO "sudah dekat"

10 Januari 2019 13:33

AS-Israel sampaikan keprihatinan mengenai perusahaan telekomunikasi China

10 Januari 2019 13:22

Gedung Putih: Presiden Erdogan undang Trump kunjungi Turki tahun 2019

26 Desember 2018 08:29

Komandan AL: Iran takkan izinkan kapal induk AS dekati perairan wilayah

26 Desember 2018 08:16

Belanda khawatirkan rencana AS tarik pasukan dari Suriah, Afghanistan

22 Desember 2018 08:15

Menlu Turki sambut baik keputusan penarikanAS dari Suriah

22 Desember 2018 08:07

Sekutu AS di Asia-Pasifik bergetar setelah Mattis mundur

22 Desember 2018 08:01

Pentagon mengaku danai program perburuan UFO

17 Januari 2008 22:21

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close