Luar Negeri

Menlu Guyana: kapal Exxon mungkin kembali ke wilayah sengketa

Menlu Guyana: kapal Exxon mungkin kembali ke wilayah sengketa

Jumat, 11 Januari 2019 14:38 WIB

Logo Exxon Mobil Corp terlihat di Rio Oil and Gas Expo and Conference di Rio de Janeiro, Brazil, 24 September 2018. (REUTERS/Sergio Moraes)

Georgetown (ANTARA News) – Beberapa kapal riset seismik yang disewa Exxon Mobil untuk mengeksplorasi minyak di lepas pantai Guyana belum kembali ke lokasi tempat terjadinya persengketaan dengan Angkatan Laut Venezuela, kata menteri luar negeri Guyana, Kamis (10/1).
Meski demikian, menteri luar negeri negara itu mengatakan kapal-kapal tersebut akan kembali pada waktu mendatang.
Guyana, yang tidak memiliki riwayat produksi minyak, menjadi pusat perhatian setelah Exxon menemukan sekitar lima juta miliar barel minyak dan gas di lepas pantainya. Temuan itu memicu kembali perselisihan wilayah dengan negara tetangganya, Venezuela, setelah beberapa ratus tahun. Produksi minyak mentah Venezuela, yang merupakan negara anggota OPEC, kini nyaris berada pada titik terendahnya dalam 70 tahun di tengah krisis ekonomi.
Dalam pidato di forum serikat dagang di Ibu Kota Guyana, Georgetown, Menteri Luar Negeri Carl Greenidge mengatakan bahwa insiden yang terjadi pada 22 Desember, ketika Venezuela mengusir kapal-kapal itu — yang menurut kedua negara terjadi di wilayah perairan mereka — tidak akan menghentikan explorasi pada masa depan.
"Mereka belum kembali ke area itu. Ini bukan berarti mereka tidak bisa kembali di waktu mendatang," kata Greenidge. "Kita tidak sedang membicarakan kepastian di sini."
Menurut pemberitahuan yang diunggah di laman Dinas Administrasi Kelautan Guyana sebelum insiden terjadi, kapal-kapal tersebut dijadwalkan memulai aktivitas mereka pada 6 Desember 2018 dan berakhir pada 31 Desember. Hingga kini, belum ada pemberitahuan yang diunggah.
Kementerian Informasi Venezuela belum memberikan keterangan terkait pernyataan Greenidge. Dalam konferensi pers pada Rabu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memuji angkatan bersenjata setelah berhasil mencegat kapal-kapal itu. Ia menegaskan bahwa jika mereka tidak berpatroli, "saat kita ke sana kita akan melihat mereka mengambil minyaknya."
"Apakah hal itu dibolehkan, tanpa penghormatan terhadap hukum internasional?" kata Maduro.
Juru bicara Exxon juga belum memberi keterangan terkait insiden itu.
Baca juga: Exxon: permintaan energi global akan naik tajam
Baca juga: Trump calonkan bos Exxon Mobil jadi Menlu, Senat prihatin
Sumber: Reuters
Penyunting: I Wayan Yoga H/Chaidar Abdullah

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

  • TAGS:
  • Guyana
  • Exxon Mobil
  • sengketa

Berita Terkait

MK putus perkara sengketa Pilkada Maluku Utara

13 Desember 2018 12:46

Mendagri: pelantikan kepala daerah tunggu sengketa pilkada

9 Juli 2018 15:48

Presiden Jokowi pertanyakan Pertamina tak pernah eksplorasi besar

2 Mei 2018 15:24

Guyana perketat pengamanan perbatasan dengan Venezuela

23 Februari 2018 07:44

Timnas U-23 Menang Atas Guyana

26 November 2017 00:24

Archandra nilai Indonesia lebih sering produksi ketimbang temukan minyak

17 Maret 2017 16:48

Harga minyak terus menurun di tengah meningkatnya kelebihan pasokan

12 November 2016 07:40

Meski menteri ESDM hadir, Komisi VII tetap tanyakan ketakhadiran Arcandra

20 Oktober 2016 16:29

Arcandra Tahar ungkap alasan mahalnya eksplorasi "rahasia tuhan"

20 Oktober 2016 16:10

Pentagon mengaku danai program perburuan UFO

17 Januari 2008 22:21

Komentar

Kirim ×

Login

Username Password Tetap masuk Masuk Belum Daftar? Registrasi Login Dengan FACEBOOK TWITTER GOOGLE Tutup
Sumber: ANTARA

Show More

Related Articles

Close