Bali Nustra

7 Orang Tewas Diserang Tawon Ndas, Begini Cara Mengatasinya

POS-KUPANG.COM – Serangan tawon ndas atau vespa affinis benar-benar membahayakan. Bahkan bisa berakibat merenggang nyawa.

Dalam dua tahun terakhir ini, sebanyak tujuh warga Kabupaten Klaten telah merenggang nyawa karena diserang tawon ndas atau Vespa affinis.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik berkata bahwa seseorang yang tersengat tawon V affinis bisa meninggal bila tidak ditangani dalam 1 x 24 jam.

Namun, bagaimana sengatan tawon bisa membuat seseorang meninggal?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Dr dr Tri Maharani, M.Si SP.EM, seorang pakar toksinologi via telepon pada Jumat (11/1/2019).

• NGERI! Tersengat Tawon Saat Membetulkan Genteng Rumah, Kakek 60 Tahun Meninggal Dunia

• Bahaya! Diserang Kawanan Tawon, 50 Peziarah Waisak di Sri Lanka Dilarikan ke RS

Tawon Ndas atau V affinis
Tawon Ndas atau V affinis (Judy Gallagher via Wikimedia Commons)

Dia menjelaskan bahwa V affinis bukanlah tawon madu, melainkan tawon predator.

Tawon ini memiliki kemampuan untuk memasukkan racunnya ke dalam tubuh manusia.

Pada dosis kecil, yakni ketika yang menyengat hanya satu atau dua ekor tawon, racun V affinis hanya akan menimbulkan alergi saja dengan gejala-gejala seperti bengkak.

Penanganannya pun cukup sederhana. Bagian yang bengkak perlu dikompres dengan es atau kalau tersisa sengatannya, bisa dicabut.

Lalu, pasien diberikan analgesik dan obat-obatan antihistamin atau corticosteroid sampai pembengkakan berkurang.

POS KUPANG

Show More

Related Articles

Close