Nasional

BNN mengidentifikasi 654 kawasan rawan narkoba

BNN mengidentifikasi 654 kawasan rawan narkoba

Kamis, 20 Desember 2018 17:02 WIB

Kepala BNN Komjen Polisi Heru Winarko di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2018). (ANTARA News/Susylo Asmalyah)

Jakarta (ANTARA News) – Badan Narkotika Nasional telah mengidentifikasi 654 kawasan rawan narkoba di Indonesia dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di 55 lokasi, yaitu di 36 di perkotaan dan 19 di pedesaan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kemendagri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) telah merintis Program Desa Bersinar atau desa bersih dari narkoba, kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko saat konferensi pers di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis.
Program ini melibatkan tiga pilar, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kepala desa beserta Puskesmas. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNN juga telah melaksanakan kampanye stop narkoba kepada 5.500 orang dan pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 4.498 orang.
Pada tahun ini BNN bersama instansi terkait juga melanjutkan Program Grand Design of Alternative Development di tiga titik pilot project, yaitu Aceh Besar, Bireuen dan Gayo Lues. "Melalui program ini masyarakat diharapkan tidak lagi menanam ganja tapi menggantinya dengan tanaman legal dan bernilai
ekonomi tinggi," kata Heru.
Selain itu, dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNN juga mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba di seluruh Indonesia. Tahun ini BNN telah melakukan tes urine sebanyak 4.652 kali dengan peserta sebanyak 297.918 orang.
Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini BNN telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 522 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat.
Sementara itu, jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 15.263 orang. BNN juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 4.231 mantan penyalahguna narkoba.
"Dengan melatih para aparat penegak hukum untuk menyamakan persepsi terkait penanganan penyalahguna narkotika yang akan ditempatkan di lembaga
rehabilitasi di lima wilayah," kata Heru.
Baca juga: BNN gagalkan kiriman narkoba jenis baru dari Jerman
Baca juga: BNN ungkap 914 kasus narkoba sepanjang 2018

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

SUMBER: ANTARA

Show More

Related Articles

Close